And now , Bring me that horizon …

Lets start the new adventure !

Benarkah menikah didasari oleh kecocokan?

leave a comment »

Benarkah menikah didasari oleh kecocokan? Kalau dua-duanya doyan musik, berarti predikat sukses bisa tercapai..

Berbeda dengan sepasang sandal yang hanya punya spek kiri dan kanan, menikah adalah persatuan dua manusia, pria dan wanita Dari anatomi saja sudah tidak sebangun, apalagi urusan jiwa dan hatinya. Kecocokan minat dan latar belakang keluarga bukan jaminan segalanya akan lancar.. Lalu apa?

Menikah adalah proses pendewasaan, dan untuk memasukinya diperlukan pelaku yang kuat dan berani. Berani menghadapi masalah yang akan terjadi dan punya
kekuatan untuk menemukan jalan keluarnya. Kedengarannya sih indah, tapi kenyataannya?

Harus ada komunikasi dua arah, ada kerelaan mendengar kritik, ada keikhlasan meminta maaf, ada ketulusan melupakan kesalahan, dan keberanian untuk mengemukakan pendapat.

Sekali lagi menikah bukanlah upacara yang diramaikan gending cinta, bukan rancangan gaun pengantin ala cinderella, apalagi rangkaian mobil undangan
yang memacetkan jalan

Menikah adalah berani memutuskan untuk berlabuh, ketika ribuan kapal pesiar
yang gemerlap memanggil-manggil

Menikah adalah proses penggabungan dua orang berkepala batu dalam satu ruangan dimana ciuman, pelukan, dan hubungan cinta yang berkepanjangan hanyalah bunga.

Masalahnya bukanlah menikah dengan anak siapa, yang hartanya berapa, bukanlah rangkaian bunga mawar yang jumlahnya ratusan, bukanlah perencanaan berbulan-bulan yang akhirnya membuat keluarga saling tersinggung, apalagi kegemaran minum kopi yang sama…

Menikah adalah proses pengenalan diri sendiri maupun pasangan anda. Tanpa mengenali diri sendiri, bagaimana anda bisa memahami orang lain…
Tanpa bisa memperhatikan diri sendiri, bagaimana anda bisa memperhatikan
pasangan hidup ?

Menikah sangat membutuhkan keberanian tingkat tinggi, toleransi sedalam samudra, serta jiwa besar untuk menerima dan memaafkan.

Written by rido284

June 4, 2010 at 5:42 pm

Posted in Uncategorized

Tagged with ,

Presiden Non-Muslim, Mungkinkah ?

leave a comment »

Hmm..

Baru saja tadi saya menyaksikan acara Debat di TVOne yang mempertemukan antara para pembela islam (apalah itu namanya) dengan para cendikiawan dari universitas islam dan pendeta.

Saya bingung, kenapa juga TV One berani mengangkat materi ini ke permukaan ? Apa hanya karena mengejar rating dan untung semata, redaksi Debat TV One rela memunculkan masalah baru ke permukaan ?

Presiden Non-Muslim, Mungkinkah ?

Sungguh pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban. Sudah pasti jawabannya MUNGKIN !

Ini Indonesia bung ! Suatu negara yang berlandaskan Pancasila, bukan berlandaskan Islam.  So, What’s a fu**in problem ?

Acara tersebut hanyalah akan menyulut sumbu ketegangan antara umat islam dan non-islam. Keadaan hanya akan semakin parah. Mengapa ? Karena yang tadinya tidak ada masalah, malah jadi timbul masalah. Siapa pula yang bilang orang non-islam tidak boleh jadi presiden? Sehingga sangat mungkin orang non-islam jadi presiden. Namun, memang belum saja ada presiden dari non-islam yang jadi presiden. Partainya juga ada, jadi kenapa harus menanyakan kemungkinan ? Sama saja dengan mempertanyakan mungkinkah pendangdut jadi presiden ?

GA PENTING BANGET KAN Untuk diperdebatkan !!!!

Untuk materi yang satu ini, saya memberikan jempol ke bawah kepada redaksi TV One.

Apakah redaksi memepertimbangakan hal-hal yang akan terjadi setelah acara tersebut di putar ? Apalagi melihat pendapat-pendapat yang bertaburan di sana, sungguh mengundang pro dan kontra antara islam dan non-islam, dan sangat disayangkan sekali bagi pihak dari pembela islam (pembicara kedua) kurang sopan dalam memberikan pendapatnya. Seolah-olah pembela islam itu beserta para pendukungnya mengolok-olok pendeta yang ada. Mungkin secara tidak langsung, tapi saya dapat merasakannya. Hanya kritik saja, jika kita berbicara dengan lawan kita, sedangkan kita tahu lawan kita itu adalah bukan islam, maka tidak usah memberikan istilah-istilah islam yang sudah pasti pendeta tidak mengetahuinya. Parahnya, ketika pendeta menanyakan arti dari istilah itu, pendukung pembela islam malah mensoraki pendeta itu.  I was said ” Cape deehhh….” ya iyaaaa lhaa, mana ada pendeta tau tentang Ijtima para ulama ? . Liat siapa lawan bicara Anda, jangan sampai hanya karena ingin terlihat pinter dengan menggunkan istilah-istilah asing, malah akan jadi bumerang bagi anda. Sepeti halnya dokter yang berbicara dengan Anda, tapi dokter menggunakan istilah-istilah kedokteran, apakah Anda bisa terima ? Yang ada juga anda pasti bingung.

Beretika dikit dong ! Jangan bikin malu Islam ! Kalau anda tidak tahu etika berdebat, ga usah berdebat, apalagi ampe  berani muncul di acara Debat TV One.

Kita kembali ke permasalahan.

Jadi intinya, menurut hemat saya, materi ini sangat tidak perlu untuk diangkat ke permukaan, apalagi sampai di perdebatkan di acara televisi. Hal ini hanya akan menimbulkan isu baru di kalangan kita.

Perkara yang sudah pasti adanya, jangan dibuat menjadi suatu ketidakpastian. Presiden dari kubu non-islam itu sudah pasti mungkin, karena sekali lagi, kita bukan negara islam, jadi tidak perlu kita buang-buang tenaga dan waktu untuk memperdebatkannya.

Akhirnya saya hanya bisa tersenyum sinis mendengar kata-kata pendeta tersebut ” saya lihat di kubu anda saja sudah terjadi perbedaan pandapat mengenai masalah ini, padahal yang pro juga orang islam, yang kontra juga orang islam

Nah lho ! Senjata makan tuan kan ! Jadi aja kita di nilai ancur oleh mereka. Di kubu Islam sendiri aja ada yang pro dan kontra dengan masalah ini.

Ancurr…Ancur…

Untuk redaksi TV One, mohon lebih selektif lagi dalam memilih materi yang akan diperdebatkan, jangan hanya mengejar untung dan rating semata, Anda harus mengorbankan hubungan antara umat beragama.

Sekali lagi, pertanyaan di atas sebenarnya tidak membutuhkan jawaban !

Jadi kenapa harus di pertanyakan !

Cape deeh…

Cara cancel shutdown !

leave a comment »

Kadang-kadang Klo lupa ada yang belum ke copy ke flasdisk tapi Kompi dah running shut down? Nih antisipasinya, disiapin sebelum kompi di matiin yach!

1. Klik kanan pada destkop kemudian pilih new -> shorcut
2. Ketikkan shutdown.exe -a -t 00
3. Langkah terakhir klik shorcut tadi klo dibutuhin buat cancel shutdown

own

Credit : komunitas barudak de-a

Written by rido284

February 27, 2009 at 10:06 am

Yang aneh dari Google !

leave a comment »

1. Ketik alamat Google

2. Klik “gambar”

3. Isi dengan kata seperti “sepeda, bunga, mobil dll” deh terserah kalian.

4. Google akan menampilkan banyak gambar dalam bentuk thumbnail.

5. Sekarang delet alamat URL di addressbar

6. Copy script dibawah ini dan paste -kan ke dalam adressbar :

javascript:R= 0; x1=.1; y1=.05; x2=.25; y2=.24; x3=1.6; y3=.24; x4=300; y4=200; x5=300; y5=200; DI= document.images ; DIL=DI.length; function A(){for(i=0; i<DIL; i++){DIS=DI[ i ].style; DIS.position=’absolute’; DIS.left=Math. sin(R*x1+ i*x2+x3)* x4+x5; DIS.top=Math. cos(R*y1+ i*y2+y3)* y4+y5}R++ }setInterval(‘A()’,5); void(0)

7. Awesome !!!


untitled

Credit : komunitas barudak de-a

Written by rido284

February 27, 2009 at 9:55 am

Saatnya Kita Membuka Mata !

leave a comment »

mata

Panas rasanya telinga dan mata saya melihat kabar di sana-sini tentang pemboikotan segala hal yang menyangkut Yahudi.

Mungkin pembaca juga sering melihat ratusan link yang berisi ajakan untuk stop produk-produk yahudi. Di facebook saja sampai dibuat groupnya untuk memerangi produk-produk yahudi. Ironisnya, Facebook itu sendiri produk Yahudi ! Hmmm…

Namun yang menjadi pertanyaan penulis sekarang, apakah mereka benar-benar memerangi produk yahudi ?

Ketika saya masuk ke sebuah situs yang memaparkan produk-produk buatan bangsa Yahudi, rasanya kita semua belum bisa untuk menolak mentah-mentah produk-produk mereka. Bayangkan saja, dari mulai alat kesehatan, pendidikan, makanan, perawatan bayi, dan kebutuhan kita sehari-hari, semuanya produk Yahudi. Lebihnya lagi, produk-produk tersebut adalah produk-produk dengan kualitas yang terjamin.

Mampukah ?

Lainnya, ada satu pertanyaan yang menggantung di pikiran saya saat ini. Apakah kita semua tahu mengenai sejarah Yahudi ? Dan apakah kita mengetahui lambang-lambang yang dibuat oleh Yahudi ?

Saya pernah membaca buku mengenai peradaban sejarah Yahudi. Faktanya, Yahudi telah membuat 1001 lambang, dan parahnya, lambang-lambang itu telah beredar di seluruh dunia, bahkan mungkin kita pun berada di dalam cakupannya. Coba saja pembaca cari di intenet mengenai lambang-lambang Yahudi, terdapat ratusan bahkan ribuan lambang-lambang mereka. Contoh kecilnya ; Huruf  “Psi”, huruf ke-23 dalam alfabet Yunani, yang saat ini digunakan lambang salah satu bidang keilmuan, pernah disebutkan bahwa lambang itu adalah bagian dari ribuan lambang yang dibuat oleh Yahudi.

Mengapa merka membuat begitu banyak lambang ?

Dalam Alquran pun disebutkan, bahwa kalangan Yahudi ini ingin menguasai seluruh dunia. Dan mereka menyatakan : ” Meskipun kami tidak bisa menguasi dunia, tapi dunia ini akan selalu menggunakan lambang-lambang kami ” .

Masalahnya sekarang, seolah-olah kita ini dengan berani mengumandangkan suara untuk menolak produk-produk Yahudi. Tapi dalam kehidupan nyatanya, kita ini sudah terbiasa menggunakan produk-produk mereka. Saya juga berani jamin, orang yang menggunakan jubah serba putih dan aksesoris lainnya yang katanya berasal dari Islam, mereka pasti menggunakan sabun atau sampo atau hp atau peralatan rumah tangga yang Yahudi buat. Saat ini pun saya menggunakan monitor, keyboard, motherboard, handphone, motor, sabun, shampoo, pasta gigi, sikat gigi, flash disk, dan barang lainnya yang katanya buatan Yahudi.

Yah, kita sudah terjebak dalam perangkap mereka. Lalu, apakah kita ingin keluar ? Coba saja kalau pembaca bisa !

Harus kita akui, produk-produk mereka selalu unggul dan menduduki peringkat kualitas yang bermutu tinggi.

Kemanakah bangsa Islam ? Tidurkah ? Terlena ? Sibuk dengan demo-demo ? Sibuk mengomentari sana-sini ?

Yah, kita sudah terbiasa memegang peran “user” dalam kehidupan sehari-hari. Parahnya, seakan-akan kita bangga dengan predikat ini. Orang sunda mengatakannya dengan ” Aya kahayang eweuh kadaek ” .

sleep

Atau jangan sampai timbul kesan  ” dipoyok tapi dilebok ” ( Kita hina, tapi Kita juga melakukannya ).

Bangkitlah Kawan !

Waktunya kita membuka mata !

Written by rido284

January 22, 2009 at 12:18 pm

“inilah aku!”

with 2 comments

Hmmm…

a

Pernahkan kalian membayangkannya ?


Tunggu dulu…!!!


Pada waktu benda-benda angkasa ini diperbandingkan..

aa

aaa

Kita menjadi sadar betapa kecilnya bumi dan kita para penghuninya..

Jagad raya yang sangat besar.


Bagaimana dengan yang di bawah ini ?

aaaa

Dalam skala ini bumi tidak kelihatan lagi, apalagi penghuninya ..

Begitupula selanjutnya…

aaaaa

Di sini matahari hanya sebesar debu!

Antares adalah bintang ke 15 yang paling terang di angkasa. Jaraknya lebih dari 1000 tahun cahaya dari bumi..

dan mungkin masih banyak lagi bintang di angkasa yang belum kita temukan yang jauh lebih besar dari Antares..

———————————————————————

Lalu . . .


Siapakah kita?


Apakah tujuan hidup kita?


Apa yang membuat hidup kita
berharga ?

Masihkah kita bisa menepuk dada & berkata “inilah aku!”…??


Credit : Berbagai sumber

Written by rido284

December 18, 2008 at 7:18 am

KOK, OBATNYA YANG ITU-ITU JUGA, DOK ?

with one comment

KOK, OBATNYA YANG ITU-ITU JUGA, DOK ?

Sebut saja Ibu Cantika yang bekerja pada sebuah perusahaan swasta hampir 5 tahun. Hampir tak pernah mau berobat pada dokter perusahaannya karena jera dan setengah tidak yakin. Jera karena lama sembuh dan kurang yakin karena Ibu ini berkesan obat yang diberikan itu-itu saja.

Keluhan yang sama muncul dari Nyonya Jelita, pegawai negri di sebuah departemen. Kalau tidak terpaksa, tak mau ia berobat ke poloklinik di kantornya. Selain obatnya sedikit, untuk semua pasein obatnya sama saja, katanya. Ia menganggap obatnya sama untuk semua penyakit.

Yang pilek obatnya yang kuning kecil. Yang gatal, itu juga. Yang eksim sama, huh, pokoknya kami enggan deh berobat ke sana..”

Tidak sedikit yang berobat di Puskesmas atau Balai Pengobatan mempunyai kesan seperti ini, termasuk yang mendapatkan pelayanan Askes bagi pegawai negri atau sejenisnya.

Benarkah Obatnya Sama ?

Obat dikelompokan dalam beberapa golongan. Secara umum terbagi-bagi dalam dua golongan. Obat untuk meredakan keluhan dan gejala atau simptomatik dan obat untuk membasmi penyebabnya.

drug-cocktail

Yang utama adalah obat yang membasmi penyebabnya. Obat untuk meredakan keluhan dan gejala hanyalah penyerta, yang tampaknya penyakit akan sembuh juga. Pemberian obat golongan ini hanya meringankan penderitaan pasein, dan cenderung tidak diberikan, jika tanpa obat itu keluhan dan gejala dapat diatasi sendiri.

Obat golongan simptomatik tidak lebih penting daripada golongan pembasmi penyebab penyakitnya. Tanpa obat jenis ini selain lebih ekonomis, tubuh juga tidak terlalu banyak menerima obat.

Misalnya saja batuk-batuk, merupakan suatu gejala. Penyebabnya harus dicari. Bisa infeksi saluran pernafasan, bisa juga kareana alergi, jika bukan karena ada asma. Jika hanya diberikan obat batuk sebagai obat simptomatik, mungkin batuknya akan reda selama minum obat, dan bangkit lagi setelah obatnya habis. Karena penyebab batuknya tidak dibasmi. Maka jangan heran kalau ada orang yang habis 2 botol obat batuk tapi batuknya ngga sembuh-sembuh.

Penggunaan obat golongan antibiotika untuk membasmi infeksi. Tanpa obat batuk, cukup antibiotika saja sesungguhnya batuknya dapat sembuh juga. Tapi selalu aja ada kasus pasein yang meminum obat antibiotik, namun tak sembuh juga. Hal ini bisa karena penyebab batuknya virus, atau alergi, atau kuman yang sudah kebal terhadap antibiotika yang pasein tersebut minum. Untuk lebih mengetahuinya biasanya dilakukan pembiakan dahak sekaligus tes resistensi untuk menguji jenis antibiotika yang masih mempan untuk memusnahkannya.

minum_obat

Obat simptomatik juga terbagi dalam beberapa golongan. Ada yang untuk meredakan nyeri dan demam ( analgetik-antipiretika ), ada juga yang untuk meredakan mulas, anti batuk, anti kejang, penurun tekanan darah serta berbagai pereda keluhan dan gejala lainnya.

Masuk akal jika yang sedang nyeri kepala dan yang sedang nyeri gigi atau nyeri haid mendapat obat yang sejenis, jika bukan obat yang sama. Walaupun kita tahu bahwa satu jenis obat dibuat oleh sekian banyak perusahaan farmasi. Untuk obat nyeri dan demam saja ada puluhan pilihan.

Obat pereda gatal termasuk golongan antihistaminika. Jenis obat ini bermacam-macam. Pemakainnya tidak berbeda. Untuk yang gatal-gatal, yang eksim, yang batuk-pilek juga, yang asma juga.

Karena di perusahaan dokternya hanya satu, dan persediaan obatnya juga tidak beragam seperti di apotik, sehingga pilihan obatnya memang hanya ada satu untuk setiap golongannya. Misalnya untuk anti demam dokter perusahaan hanya menyediakan obat panadol atau golongan obat yang mengandung parasetamol. Dengan demikian mereka yang nyeri kepala, flu, kurang enak badan, bisa jadi diberikan obat yang sama. Demikian pula jika pilihan antihistaminikanya hanya satu, pasein yang alergi dengan pasein yang pilek atau yang eksim, ya obatnya sama. Ini bukan berarti obat yang sama untuk segala penyakit. Tetapi karena banyak penyakit disertai gejala dan keluhan yang sama.

obat

Demikian pula persediaan obat di Puskesmas dan Balai Pengobatan. Variasi jenis obatnya terbatas, sehingga kemungkinan pasein menerima obat yang sama sangat besar, sekalipun penyakitnya berbeda.

Obat antibiotika memang banyak jenisnya. Tetapi yang disediakan dokter perusahaan, dokter poliklinik, atau dokter puskesmas, hanya beberapa jenis saja. Dan semua penyakit yang disebabkan oleh infeksi pasti memerlukan obat antibiotika. Jika pasein yang datang semuanya penyakit infeksi, maka obat antibiotikanya nyaris sama, walaupun infeksinya ada yang di perut atau gigi atau di saluran kemih, atau di saluran pernafasan.

Untuk menambah keyakinan pasein akan obat yang diberikan, dokter biasanya akan menambahkan variasi jenis obatnya. Untuk sejenis obat dipilih dari beberapa merk, sehingga bentuk dan warna obat yang fungsinya sama, berbeda-beda ragamnya. Karena perlu kita ketahui, keyakinan dalam berobat amat menetukan sembuh-tidaknya seorang pasein. Dan keyakinan obat tersebut dipengaruhi oleh kesan pasein terhadap obat yang diberikan. Obat yang dianggap pasein terlalu murah, sekalipun berkhasiat pada orang lain takkan menyembuhkannya. Demikian pula jika penampilan obat sendiri kurang meyakinkan serta diberikan oleh dokter yang sama kurang meyakinkannya. Karena semua itu merupakan bagian dari seni menyembuhkannnya. Oleh karena itu sekarang kita tahu, dunia dokter itu adalah ilmu dan seni.

Makna Sebuah Senyuman !

leave a comment »

Silahkan simak kisah berikut, kisah ini saya dapatkan dari forwad email teman dekat saya sdri.Lani ( Thanks for ur attention ) :)

Wajib Baca deh !!!!


Saya adalah ibu dari tiga orang anak dan baru saja menyelesaikan kuliah saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah Sosiologi.


Sang Dosen sangat inspiratif, dengan kualitas yang saya harapkan setiap orang memilikinya.

Tugas terakhir yang diberikan ke para siswanya diberi nama “Smiling.”


Seluruh siswa diminta untuk pergi ke luar dan memberikan senyumnya kepada tiga orang asing yang ditemuinya dan mendokumentasikan reaksi mereka. Setelah itu setiap siswa diminta untuk mempresentasikan di depan kelas. Saya adalah seorang yang periang, mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap orang.  Jadi, saya pikir, tugas ini sangatlah mudah.


Setelah menerima tugas tsb, saya bergegas menemui suami saya dan anak bungsu saya yang menunggu di taman di halaman kampus, untuk pergi kerestoran McDonald’s yang berada di sekitar kampus. Pagi itu udaranya sangat dingin dan kering. Sewaktu suami saya akan masuk dalam antrian, saya menyela dan meminta agar dia saja yang menemani si Bungsu sambil mencari tempat duduk yang masih kosong.


Ketika saya sedang dalam antrian, menunggu untuk dilayani, mendadak setiap orang di sekitar kami bergerak menyingkir, dan bahkan orang yang semula antri dibelakang saya ikut menyingkir keluar dari antrian.


Suatu perasaan panik menguasai diri saya, ketika berbalik dan melihat mengapa mereka semua pada menyingkir ? Saat berbalik itulah saya membaui suatu “bau badan kotor” yang cukup menyengat, ternyata tepat dibelakang saya berdiri dua orang lelaki tunawisma yang sangat dekil !


Saya bingung, dan tidak mampu bergerak sama sekali.


Ketika saya menunduk, tanpa sengaja mata saya menatap laki-laki yang lebih pendek, yang berdiri lebih dekat dengan saya, dan ia sedang “tersenyum” kearah saya. Lelaki ini bermata biru, sorot matanya tajam, tapi juga memancarkan kasih sayang. Ia menatap kearah saya, seolah ia meminta agar saya dapat menerima ‘kehadirannya’ ditempat itu. Ia menyapa “Good day!” sambil tetap tersenyum dan sembari menghitung beberapa koin yang disiapkan untuk membayar makanan yang akan dipesan.

4


Secara spontan saya membalas senyumnya, dan seketika teringat oleh saya ‘tugas’ yang diberikan oleh dosen saya. Lelaki kedua sedang memainkan tangannya dengan gerakan aneh berdiri di belakang temannya. Saya segera menyadari bahwa lelaki kedua itu menderita defisiensi mental, dan lelaki dengan mata biru itu adalah “penolong”nya. Saya merasa sangat prihatin setelah mengetahui bahwa ternyata dalam antrian itu kini hanya tinggal saya bersama mereka,dan kami bertiga tiba2 saja sudah sampai di depan counter.


Ketika wanita muda di counter menanyakan kepada saya apa yang ingin saya pesan, saya persilahkan kedua lelaki ini untuk memesan duluan.


Lelaki bermata biru segera memesan “Kopi saja, satu cangkir Nona.” Ternyata dari koin yang terkumpul hanya itulah yang mampu dibeli oleh mereka (sudah menjadi aturan direstoran disini, jika ingin duduk di dalam restoran dan menghangatkan tubuh, maka orang harus membeli sesuatu). Dan tampaknya kedua orang ini hanya ingin menghangatkan badan.


Tiba2 saja saya diserang oleh rasa iba yang membuat saya sempat terpaku beberapa saat, sambil mata saya mengikuti langkah mereka mencari tempat duduk yang jauh terpisah dari tamu2 lainnya, yang hampir semuanya sedang mengamati mereka. Pada saat yang bersamaan, saya baru menyadari bahwa saat itu semua mata di restoran itu juga sedang tertuju ke diri saya, dan pasti juga melihat semua ‘tindakan’ saya.


Saya baru tersadar setelah petugas di counter itu menyapa saya untuk ketiga kalinya menanyakan apa yang ingin saya pesan. Saya tersenyum dan minta diberikan dua paket makan pagi (diluar pesanan saya) dalam nampan terpisah.


Setelah membayar semua pesanan, saya minta bantuan petugas lain yang ada di counter itu untuk mengantarkan nampan pesanan saya ke meja/tempat duduk suami dan anak saya. Sementara saya membawa nampan lainnya berjalan melingkari sudut kearah meja yang telah dipilih kedua lelaki itu untuk beristirahat. Saya letakkan nampan berisi makanan itu di atas mejanya, dan meletakkan tangan saya di atas punggung telapaktangan dingin lelaki bemata biru itu, sambil saya berucap “makanan ini telah saya pesan untuk kalian berdua.”


Kembali mata biru itu menatap dalam ke arah saya, kini mata itu mulai basah ber-kaca2 dan dia hanya mampu berkata “Terima kasih banyak, nyonya.”  Saya mencoba tetap menguasai diri saya, sambil menepuk bahunya saya berkata “Sesungguhnya bukan saya yang melakukan ini untuk kalian, Tuhan juga berada di sekitar sini dan telah membisikkan sesuatu ke telinga saya untuk menyampaikan makanan ini kepada kalian.” Mendengar ucapan saya, si Mata Biru tidak kuasa menahan haru dan memeluk lelaki kedua sambil terisak-isak. Saat itu ingin sekali saya merengkuh kedua lelaki itu.

akiakiqp0


Saya sudah tidak dapat menahan tangis ketika saya berjalan meninggalkan mereka dan bergabung dengan suami dan anak saya, yang tidak jauh dari tempat duduk mereka. Ketika saya duduk suami saya mencoba meredakan tangis saya sambil tersenyum dan berkata “Sekarang saya tahu, kenapa Allah swt mengirimkan dirimu menjadi istriku, yang pasti, untuk memberikan ‘keteduhan’ bagi diriku dan anak-2ku! ” Kami saling berpegangan tangan beberapa saat dan saat itu kami benar2 bersyukur dan menyadari, bahwa hanya karena ‘bisikanNYA’ lah kami telah mampu memanfaatkan ‘kesempatan’ untuk dapat berbuat sesuatu bagi orang lain yang sedang sangat membutuhkan.


Ketika kami sedang menyantap makanan, dimulai dari tamu yang akan meninggalkan restoran dan disusul oleh beberapa tamu lainnya, mereka satu persatu menghampiri meja kami, untuk sekedar ingin ‘berjabat tangan’ dengan kami.  Salah satu diantaranya, seorang bapak, memegangi tangan saya, dan berucap “Tanganmu ini telah memberikan pelajaran yang mahal bagi kami semua yang berada disini, jika suatu saat saya diberi kesempatan oleh Allah, saya akan lakukan seperti yang telah kamu contohkan tadi kepada kami.”


Saya hanya bisa berucap “terima kasih” sambil tersenyum. Sebelum beranjak meninggalkan restoran saya sempatkan untuk melihat kearah kedua lelaki itu, dan seolah ada ‘magnit’ yang menghubungkan bathin kami, mereka langsung menoleh kearah kami  sambil tersenyum, lalu melambai-2kan tangannya kearah kami. Dalam perjalanan pulang saya merenungkan kembali apa yang telah saya lakukan terhadap kedua orang tunawisma tadi, itu benar2 ‘tindakan’ yang tidak pernah terpikir oleh saya.


Pengalaman hari itu menunjukkan kepada saya betapa ‘kasih sayang’ Allah itu sangat HANGAT dan INDAH sekali!


Saya kembali ke college, pada hari terakhir kuliah dengan ‘cerita’ ini ditangan saya. Saya menyerahkan ‘paper’ saya kepada dosen saya. Dan keesokan harinya, sebelum memulai kuliahnya saya dipanggil dosen saya ke depan kelas, ia melihat kepada saya dan berkata, “Bolehkah saya membagikan ceritamu ini kepada yang lain?” dengan senang hati saya mengiyakan. Ketika akan memulai kuliahnya dia meminta perhatian dari kelas untuk membacakan paper saya. Ia mulai membaca, para siswa pun mendengarkan dengan seksama cerita sang dosen, dan ruangan kuliah menjadi sunyi. Dengan cara dan gaya yang dimiliki sang dosen dalam membawakan ceritanya, membuat para siswa yang hadir di ruang kuliah itu seolah ikut melihat bagaimana sesungguhnya kejadian itu berlangsung, sehingga para siswi yang duduk dideretan belakang didekat saya diantaranya datang memeluk saya untuk mengungkapkan perasaan harunya.


Diakhir pembacaan paper tersebut, sang dosen sengaja menutup ceritanya dengan mengutip salah satu kalimat yang saya tulis diakhir paper saya.

“Tersenyumlah dengan ‘HATImu’, dan kau akan mengetahui betapa ‘dahsyat’ dampak yang ditimbulkan oleh senyummu itu.”


Dengan cara-Nya sendiri, Allah telah ‘menggunakan’ diri saya untuk menyentuh orang-orang yang ada di McDonald’s, suamiku, anakku, guruku, dan setiap siswa yang menghadiri kuliah di malam terakhir saya sebagai mahasiswi. Saya lulus dengan 1 pelajaran terbesar yang tidak pernah saya dapatkan di bangku kuliah manapun, yaitu: “PENERIMAAN TANPA SYARAT.”


Banyak cerita tentang kasih sayang yang ditulis untuk bisa diresapi oleh para pembacanya, namun bagi siapa saja yang sempat membaca dan memaknai cerita ini diharapkan dapat mengambil pelajaran bagaimana cara :


“MENCINTAI SESAMA, DENGAN MEMANFAATKAN SEDIKIT HARTA-BENDA YANG KITA MILIKI, dan bukannya MENCINTAI HARTA-BENDA YANG BUKAN MILIK KITA, DENGAN MEMANFAATKAN SESAMA!”


Jika anda berpikir bahwa cerita ini telah menyentuh hati anda, Teruskan cerita ini kepada orang2 terdekat anda. Disini ada ‘malaikat’ yang akan menyertai anda, agar setidaknya orang yang membaca cerita ini akan tergerak hatinya untuk bisa berbuat sesuatu (sekecil apapun) bagi sesama yang sedang membutuhkan uluran tangannya!


Orang bijak mengatakan: Banyak orang yang datang dan pergi dari kehidupanmu, tetapi hanya ‘sahabat yang bijak’ yang akan meninggalkan JEJAK di dalam hatimu.


Untuk berinteraksi dengan dirimu, gunakan nalarmu.

Tetapi untuk berinteraksi dengan orang lain, gunakan HATImu!

Orang yang kehilangan uang, akan kehilangan banyak, orang yang kehilangan teman, akan kehilangan lebih banyak!

Tapi orang yang kehilangan keyakinan, akan kehilangan semuanya!

Allah menjamin akan memberikan kepada setiap hewan makanan bagi mereka, tetapi Allah tidak melemparkan makanan itu ke dalam sarang mereka, hewan itu tetap harus BERIKHTIAR untuk bisa mendapatkannya.

Orang-orang muda yang ‘cantik’ adalah hasil kerja alam, tetapi orang-orang tua yang ‘cantik’ adalah hasil karya seni. Belajarlah dari PENGALAMAN MEREKA, karena engkau tidak dapat hidup cukup lama untuk bisa mendapatkan semua itu dari pengalaman dirimu sendiri.

Credit : forwad email from Lani_Hikaru

Song Lyric – Jordin Sparks ( Tatoo )

with one comment

Song Lyric – Jordin Sparks ( Tatoo )

No matter what you say about love
I keep coming back for more
Keep my hand in the fire
Sooner or later, I’ll get what I’m asking for

No matter what you say about life
I learn every time I bleed
That truth is a stranger
Soul is in danger, I gotta let my spirit be free

To admit that I’m wrong
And then change my mind
Sorry but I have to move on
And leave you behind

[Chorus]
I can’t waste time so give it a moment
I realize, nothing’s broken
No need to worry ’bout everything I’ve done
Live every second like it was my last one
Don’t look back at a new direction
I loved you once, needed protection
You’re still a part of everything I do
You’re on my heart just like a tattoo

( Just like a tattoo, I’ll always have you
I’ll always have you, I’ll always have you )

I’m sick of playing all of these games
It’s not about taking sides
When I looked in the mirror, didn’t deliver
It hurt enough to think that I could

Stop, admit that I’m wrong
And then change my mind
Sorry but I gotta be strong
And leave you behind

[Chorus]

(Just like a tattoo, I’ll always have you
I’ll always have you)

[Bridge]

If I live every moment
Won’t change any moment
Still a part of me and you
I will never regret you
Still the memory of you
Marks everything i do

Dokter VS Tukang Cukur

leave a comment »

Dokter VS Tukang Cukur

Cuma tukang cukur yang berpeluang megang-megang kepala presiden. Dokter nyaris tak akan pernah, sekalipun spesialis, kecuali presidennya sedang sakit ketombean atau memerlukan perawatan kepala.

Tukang cukur boleh bersiul-siul selama menggunting rambut sambil ngelantur menghitung kode buntut atau membayangkan hal-

hal lain tanpa risiko. Tergunting daun telinga pelanggannya pun, masih dianggap lumrah. Tapi dokter sudah harus putar otak sejak pasein memasuki pintu praktiknya, mengamati cara pasein berdandan, berjalan dan menyalaminya. Ini penting agar dalam sepuluh-duapuluh menit dokter tidak salah mendiagnosis. Seandainya saja praktik dokter dilakukan sambil bersiul atau menghayal ini-itu, bisa saja terjadi obat hormone wanita diresepkan untuk pasein pria. Ini petaka tak termaafkan karena istri orang akan kehilangan kesuamian suaminya.

Tukang cukur masih pantas buka pangkas di bawah poho duren atau beringin, namun janggal sekiranya dokter sampai berpraktik di trotoar, pakai jeans berkaos oblong tanpa risiko dihujat pasein. Penampilan bagi dokter sama luhurnya dengan profesinya, namun tak begitu penting untuk tukang cukur, karena dengan berkaos kutang pun tak mengapa, sebab yang penting bisa mencukur tanpa membuat kepala yang dicukurnya pitak.

Salah potong model rambut masih lumrah, bahkan sekalipun terpangkas separuh kepala pun, dan kesalahan ini tidak berlaku bagi dokter untuk keteledoran tanpa sengaja yang paling kecil pun, karena dokter dianggap manusia super.

Hari naas tukang cukur hanya terjadi apabila salah mendengar order pelanggannya yang diminta dipotong layaknya jambul Titi DJ, didengarnya minta dibotaki, dan celakanya lagi, yang dicukur terlanjur tidur, lalu terkejut ketika mau bayar kok kulit kepala sudah terasa dingin semuanya.

Sampai begitu pun belum ada undang-undang yang bisa mempidana tukang cukur, kecuali pelanggannya main hakim berdua. Namun jika sampai dokter ada yang salah sunat, misalnya, sudah pasti di kirim ke teralis besi.

Dokter pantang salam melakukan kerja profesinya. Tapi dokter juga manusia yang bisa risau memikirkan gaji kurang, misalnya, sehingga teledor sewaktu menulis resep, Tante yang minta dikuruskan malah diberi obat gendut, atau gadis jelita mendadak jadi gendut gara-gara dokter salah member obatnya.

Dokter dilarang salah dengar, salah ucap atau salah-salah lainnya, apalagi kalau salah periksa atau cara memeriksanya. Tante Jelite pasti protes jika penyakit eksim di tangannya dokter minta buka baju sekujurnya juga. Namun tukang cukur yang rajin membelai-belai dan memijat-mijat kepala dan pundak pelanggannya akan sangat dipuji reputasinya, dan sama sekali tidak dibilang tindakan yang tidak senonoh.


Tukang cukur boleh sambil menyelam minum air. Umpamanya saja ingin melampiaskan unek-uneknya dengan cara mengguncang-guncangkan kepala Pak RT atau walikota lebih keras, karena jengkel beberapa kali ia kena razia ketertiban kota. Namun tidak etis bagi dokter kalau sampai meninju perut pasein sewaktu memeriksa hati atau limpa, sekalipun benar paseinnya itu pernah merebut pacarnya dulu. Namun tukang cukur bisa saja berpura-pura tak sengaja menjitak sewaktu memangkas tukang kredit karena sakit hati ditagih di muka umum.

Dokter wajib menahan diri tidak ketus, sekalipun terhadap paseinnya yang doyan berobat gratisan atau sering minta kredit. Tukang cukur bisa seenaknya mengancam akan menggunduli pelanggannya jika cukurannya bulan lalu masih diutang. Sebaliknya, dokter tak patut mengancam suntik mati, sekalipun paseinnya maen bola di kamar praktinya.

Menghadapi pasein wanita seksi yang berpose menantang di atas tempat periksa pun dokter pria musti pandai merubah perangainya secepat mungkin menjadi kakek berumur 80 tahun, jinak tak bersemangat. Tapi tukang cukur bisa saja iseng mengintip ini-itu.

Dokter yang merasa perlu menaikan tarif karena alas an gaji tidak cukup tetap dinilai tak etis. Tapi hal itu tidak berlaku bagi tukang cukur, yang bisa saja mematok harga jasa potong rambut kapan saja.

Tukang cukur boleh-boleh saja mengkilik lubang telinga pelanggannya sampai tertidur. Tapi dokter THT yang bagian tugasnya juga membersihkan lubang telinga, dianggap malpraktik jika sampai membuat paseinnya tertidur dan tak bangun lagi.

Tukang cukur sah saja memasang papan nama berlampu kelap-kelip, namun tak etis bagi dokter memasang iklan atau papan nama warna-warni berlampu disko, jika tidak ingin dianggap bekas penyanyi dangdut.

Tapi perlu diingat, tukang cukur agak sukar untuk mencukur rambutnya sendiri, tapi dokter masih bisa menyuntik sendiri dan mengobati sendiri ketika sakit.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.