And now , Bring me that horizon …

Lets start the new adventure !

Archive for August 2008

Airline Meals

leave a comment »

Saudi Arabian Airlines

Kuwait Airways

Japan Air

Iran Air

China Air

Air India

Air Canada

Dan ini diaa….. ;) LOL  Air Asia

Written by rido284

August 28, 2008 at 6:53 pm

DANGER !!! TELUR ULAT

leave a comment »

Hati-hati jika terkena debu di jalan atau dimana saja, ini telah terjadi
pada seseorang.

Waktu sedang jalan dia pikir matanya kemasukan debu, otomatis matanya dia kucek-kucek.

Setelah beberapa jam matanya agak merah, lalu dia beri obat tetes mata.
Setelah beberapa hari koq dibawah matanya masih merah dan agak bengkak.

Semakin hari dibawah matanya semakin bengkak, lalu dia pergi ke dokter
setelah di periksa dokter bilang harus dioperasi takutnya ada benjolan apa….??

Setelah dioperasi benjolan tersebut, maka keluarlah ulat….

Dimana awalnya dia pikir matanya terkena debu, namun ternyata telur ulat.

Makanya hati-hati jika sedang berjalan terutama di sekitar tempat yang banyak pohonnya, dan jangan sembarangan kucek mata, kita gak pernah tau apa yang bisa masuk ke dalam mata kita.

Written by rido284

August 28, 2008 at 6:39 pm

Gigitan Ular

leave a comment »

GIGITAN ULAR

Managemen untuk gigitan ular

1. Selalu mengasumsikan bahwa semua gigitan ular dapat mengancam kehidupan.

2. Korban jangan banyak melakukan gerakan, dan tidak panik.

3. Letakkan bagian yang tergigit lebih rendah dari jantung,usahakan penderita tetap tenang

4. Luka dibersihkan

5. Torniket digunakan untuk mencegah kemungkinan menjalarnya bias ke Jantung. Torniket diletakkan antara luka dengan jantung (luka di daerah anggota badan).

6. Ular yang menggigit harus ditangkap dan diketahui jenisnya. Bila berbisa, dapat ditentukan jenis bisanya.

7. Lakukan pemeriksaan whole blood clotting time ( WBCT )

* Iris dengan pisau yang sudah disterilkan (dengan membakarnya lebih dahulu) tepat dibekas gigitan ular,berbentuk silang,sedalamkurang lebih 0,5 cm sepanjang 1,5 cm.

Tips yang dapat dilakukan:


- Usahakan membunuh ular yang mengigit anda untuk memudahkan identifikasi ular dalam pemberian anti venom. Ketika membunuh ular tersebut jangan sampai anda tergigit lagi oleh ular tersebut.
- Untuk membedakan antara ular berbisa dengan tidak adalah dengan melihat bekas gigitan. Gigitan yang terdiri dari 2 lubang gigitan layaknya gigitan vampire menandakan ular tersebut memiliki racun (Bisa), sedangkan gigitan yang membentuk setengah lingkaran cenderung tidak berbisa. ( tapi sebaiknya anggap semua gigitan ular itu berbisa )
- Bila gigitan sudah cukup lama(lebih dari0,5 jam)tidak perlu melakukan penghisapan lagi,kirim korban untuk mendapatkan suntikan anti bisa ular (ABU)

Kemasukan Benda Asing

leave a comment »

Masuknya Benda Asing Ke Dalam Tubuh

Benda asing tidak hanya dapat masuk melalui mulut tapi juga masuk melalui hidung telinga atau mata.

Kritis: benda asing masuk ke dalam saluran pernafasan

Tubuh kita memiliki mekanisme alami bila benda asing masuk ke dalam saluran pernapasan. Dengan batuk yang kuat, benda asing akan keluar denagn sendirinya. Bila tidak juga bisa keluar penderita akan tersedak dan tidak bisa bernafas. Hal ini akan sangat berbahaya sekali. Pertolongan pertama pada kecelakaan semacam ini sangat diperlukan. Sebagai penolong usahakan diri Anda setenang mungkin dan lakukan pertolongan tanpa ragu-ragu:

Sedapat mungkin benda asing dikeluarkan dengan jari

Gbr.

Penderita dipegang dari belakang di setinggi ulu hati dengan kedua tangan.
Tangan yang satu memegang tangan yang lain
Tekan dengan kuat, sehingga otot ronggga dada (diafragma) naik dan terjadi tekanan tinggi di rongga dada. Tindakan ini dapat mengeluarkan benda asing.

Gbr.
Perasat Heimlich dapat dilakukan pada penderita yang duduk di atas kursi.
Penolong berdiri di belakang kursi sambil menyandarkan lutut pada punggung kursi.

Mengambil Benda Asing Kecil Dalam Mata

Urut ke arah hidung.
Dengan demikian benda asing akan lebih mudah diambil.

Mata melihat ke atas.
Tarik kulit ke arah bawah

Keluarkan benda Asing dengan ujung tissue yang bersih

LUKA BAKAR

leave a comment »

LUKA BAKAR

Definisi


Luka bakar adalah luka yang terjadi akibat sentuhan permukaan tubuh dengan benda-benda yang menghasilkan panas (api,cairan panas, listrik, radiasi dll) atau zat-zat yang bersifat membakar.

Penggolongan

Berdasarkan dalamnya luka bakar dibagi menjadi :

1. Luka bakar superfisial (derajat satu)

Hanya meliputi lapisan kulit yang paling atas saja (epidermis).

Ditandai dengan kemerahan, nyeri dan kadang-kadang bengkak

2. Luka bakar derajat dua (sedikit lebih dalam)

Meliputi lapisan paling luar kulit yang rusak dan lapisan dibawahnya terganggu. Luka bakar jenis ini paling sakit , ditandai dengan gelembung-gelembung pada kulit berisi cairan, bengkak, kulti kemerahan atau putih, lembab dan rusak.

3. Luka bakar derajat tiga

Lapisan yang terkena tidak terbatas, bahkan dapat sampai ke tulang dan organ dalam. Luka bakar ini paling berat dan ditandai dengan kulit biasanya kering, pucat atau putih, namun dapat juga gosong dan hitam.Dapat diikuti dengan mati rasa karena kerusakan saraf. Daerah disekitarnya nyeri.

Etiologi

Luka bakar dikategorikan menurut mekanisme injurinya meliputi :

  • Luka Bakar Termal

Luka bakar thermal (panas) disebabkan oleh karena terpapar atau kontak dengan api, cairan panas atau objek-objek panas lainnya.

  • Luka Bakar Kimia

Luka bakar chemical (kimia) disebabkan oleh kontaknya jaringan kulit dengan asam atau basa kuat. Konsentrasi zat kimia, lamanya kontak dan banyaknya jaringan yang terpapar menentukan luasnya injuri karena zat kimia ini. Luka bakar kimia dapat terjadi misalnya karena kontak dengan zat-zat pembersih yang sering dipergunakan untuk keperluan rumah tangga dan berbagai zat kimia yang digunakan dalam bidang industri, pertanian dan militer. Lebih dari 25.000 produk zat kimia diketahui dapat menyebabkan luka bakar kimia.

  • Luka Bakar Elektrik

Luka bakar electric (listrik) disebabkan oleh panas yang digerakan dari energi listrik yang dihantarkan melalui tubuh. Berat ringannya luka dipengaruhi oleh lamanya kontak, tingginya voltage dan cara gelombang elektrik itu sampai mengenai tubuh.

  • Luka Bakar Radiasi

Luka bakar radiasi disebabkan oleh terpapar dengan sumber radioaktif. Tipe injuri ini seringkali berhubungan dengan penggunaan radiasi ion pada industri atau dari sumber radiasi untuk keperluan terapeutik pada dunia kedokteran. Terbakar oleh sinar matahari akibat terpapar yang terlalu lama juga merupakan salah satu tipe luka bakar radiasi.


PENANGANAN ( Ditempat Kejadian )

Terpenting dalam pertolongan pertama pada luka bakar adalah segera membebaskan korban dari sumber luka bakar kemudian mengatasi nyeri

Tindakan Terpenting adalah :

- Segera menghentikan paparan panas

- Mencegah meluas dan mendalamnya kerusakan jaringan kulit

- Mencegah dan mengatasi infeksi

- Mencegah perlengketan jari tangan/kaki

  • Matikan api dengan memutuskan hubungan (suplay) Oksigen dengan menutup tubuh penderita dengan selimut, handuk, seprai, karung, dll
  • Perhatikan Keadaan Umum penderita
  • Evaluasi ABC
  • Tentukan derajat berat dan luas luka bakar
  • Pendinginan:
    1. Hentikan proses luka bakarnya. Alirkan air dingin pada bagian yang terkena. Bila ada bahan kimia alirkan air terus menerus sekurang-kurangnya selama 20 menit.
    2. Buka pakaian penderita
    3. Jangan mengelupas bagian yang melepuh
    4. Upayakan penderita senyaman mungkin
    5. Berikan minum sebanyak mungkin
  • Mencegah infeksi:

Luka ditutup dengan perban/ kain kering bersih yang tidak dapat melekat pada luka, jangan memecahkan gelembungnya. Bila yang terbakar adalah jari-jari maka balut masing-masing jari tersendiri

· Penderita ditutup kain bersih

· Jangan beri zat yang tidak larut dalam air seperti: mentega, menyak, kecap, pasta gigi,telor, dll ( Hal ini hanya akan memperparah luka )

· Rujuk

PERDARAHAN dan PEMBALUTAN

leave a comment »

PERDARAHAN

Pengertian Perdarahan

Sistem peredaran darah yang terdiri dari 3 komponen utama yaitu jantung, pembuluh darah dan darah. Dalam tubuh manusia darah relatif selalu berada dalam pembuluh darah kecuali pada saat masuk dalam jaringan untuk melakukan pertukaran bahan makanan dan oksigen dengan zat sisa pembakaran tubuh dan karbondioksida.

Jantung

Bagian sebelah kiri menerima darah yang kaya dengan oksigen setelah diproses dari paru – paru untuk selanjutnya diedarkan ke seluruh tubuh.

Bagian sebelah kanan menerima darah dari tubuh dan meneruskan ke paru – paru untuk kembali diperkaya dengan oksigen.

Arteri/Pembuluh Nadi

Adalah pembuluh darah yang mengangkut darah yang kaya dengan oksigen ke seluruh tubuh. Darah yang keluar berwarna merah segar dan memancar

Vena/Pembuluh Balik

Adalah pembuluh darah yang mengangkut darah dari seluruh tubuh kembali ke jantung. Darah yang keluar mengalir dan berwarna merah gelap

Kapiler/Pembuluh Rambut

Arteri akan terbagi – bagi menjadi pembuluh yang lebih kecil sehingga dapat mencapai hingga lebih dekat dengan kulit. Darah yang keluar sangat sedikit dan kadang hanya berupa titik-titik perdarahan

Denyut

Dapat dirasakan dengan mudah pada daerah dimana Arteri/Pembuluh Nadi berada dekat dengan kulit.

Lokasi pengecekan denyut yang paling mudah:

1. Radial – Berada di pergelangan tangan

2. Carotid – Berada di leher

3. Femoral – Berada di lipatan paha

Setiap kali jantung berdetak, anda dapat merasakan denyutnya pada sistem arteri.

Jenis Perdarahan

Perdarahan dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:

Perdarahan luar (terbuka), bila kulit juga cedera sehingga darah bisa keluar dari tubuh dan terlihat ada di luar tubuh.

Perdarahan dalam (tertutup), jika kulit tidak rusak sehingga darah tidak bisa mengalir langsung keluar tubuh.

Bahaya lain pada perdarahan adalah kemungkinan terjadinya penularan penyakit. Banyak kuman penyakit bertahan hidup di dalam darah manusia, sehingga bila darah korban ini bisa masuk kedalam tubuh penolong maka ada kemungkinan penolong dapat tertular penyakit.

Perawatan Perdarahan

  • Perlindungan terhadap infeksi pada penanganan perdarahan :

a. Pakai APD agar tidak terkena darah atau cairan tubuh korban.

b. Jangan menyentuh mulut, hidung, mata, makanan sewaktu memberi perawatan

c. Cucilah tangan segera setelah selesai merawat

d. Dekontaminasi atau buang bahan yang sudah ternoda dengan darah atau cairan tubuh korban.

  • Pada perdarahan besar:

a. Yang pertama harus anda lakukan adalah menenangkan penderita agar tidak terlalu banyak bergerak.

b. Baringkan penderita. Usahakan bagian tubuh yang terluka dalam posisi yang lebih tinggi dari tubuhnya. Dengan demikian aliran darah ke tubuh yang terluka akan mengalir lebih lambat.

c. Jangan buang waktu mencari penutup luka

d. Tekan langsung dengan tangan (sebaiknya menggunakan sarung tangan) atau dengan bahan lain.

e. Bila pada luka terdapat potongan kaca atau benda lain.

i. Tekan bagian bawah dan atas luka.

ii. Jangan tekan langsung pada lukanya.

f. Pertahankan dan tekan cukup kuat.

g. Bila perdarahan berhenti jangan bersihkan darah-darah yang mengering pada permukaan luka. Darah yang mengering merupakan reaksi alami tubuh untuk mencegah perdarahan lebih lanjut.

h. Pasang pembalutan penekan

i. Setelah itu segera panggil dokter atau bawa ke rumah sakit.

  • Pada perdarahan ringan atau terkendali :

a. Gunakan tekanan langsung dengan penutup luka

b. Tekan sampai perdarahan terkendali

c. Pertahankan penutup luka dan balut

d. Sebaiknya jangan melepas penutup luka atau balutan pertama

  • Perdarahan dalam atau curiga ada perdarahan dalam

a. Baringkan dan istirahatkan penderita

b. Buka jalan napas dan pertahankan

c. Periksa berkala pernapasan dan denyut nadi

d. Jangan beri makan dan minum

e. Rawatlah cedera berat lainnya bila ada

f. Segera rujuk ke fasilitas kesehatan

Laporkan kemungkinan adanya perdarahan dalam kepada tenaga terlatih segera setelah mereka tiba di lokasi.

Bila terjadi perdarahan di hidung atau mimisan.

  • Dudukkan penderita. Bisa juga dalam posisi berdiri (jangan dibaringkan).
  • Tundukkan kepala penderita sedikit ke depan taruh kompres dingin di leher bagian belakang.
  • Usahakan untuk sering mengganti kompres sehingga bagian belakang leher tetap dingin.
  • Kompres panas justru akan memperbanyak perdarahan.
  • Biasanya perdarahan akan berhenti setelah 4-5 menit.

Penutup dan Pembalut Luka

Penutup luka

· Membantu mengendalikan perdarahan

· Mencegah kontaminasi lebih lanjut

· Mempercepat penyembuhan

· Mengurangi nyeri

Pembalut

Pembalut adalah bahan yang digunakan untuk mempertahankan penutup luka. Bahan pembalut dibuat dari bermacam materi kain.

Fungsi pembalut

· Penekanan untuk membantu menghentikan perdarahan.

· Mempertahankan penutup luka pada tempatnya.

· Menjadi penopang untuk bagian tubuh yang cedera.

Pemasangan yang baik akan membantu proses penyembuhan.

Beberapa jenis pembalut

Ø Pembalut pita/gulung.

Ø Pembalut segitiga (mitela).

Ø Pembalut penekan.

Penutupan luka

Ø Penutup luka harus meliputi seluruh permukaan luka.

Ø Upayakan permukaan luka sebersih mungkin sebelum menutup luka, kecuali bila luka disertai perdarahan, maka prioritasnya adalah menghentikan perdarahan tersebut.

Ø Pemasangan penutup luka harus dilakukan sedemikian rupa sehingga permukaan penutup yang menempel pada bagian luka tidak terkontaminasi

Pembalutan

Ø Jangan memasang pembalut sampai perdarahan terhenti, kecuali pembalutan penekanan untuk menghentikan perdarahan.

Ø Jangan membalut terlalu kencang atau terlalu longgar.

Ø Jangan biarkan ujung bahan terurai, karena dapat tersangkut pada saat memindahkan korban

Ø Bila membalut luka yang kecil sebaiknya daerah yang dibalut lebih lebar untuk menambah luasnya permukaan yang mengalami tekanan diperluas sehingga mencegah terjadinya kerusakan jaringan.

Ø Jangan menutupi ujung jari, bagian ini dapat menjadi petunjuk apabila pembalutan kita terlalu kuat yaitu dengan mengamati ujung jari. Bila pucat artinya pembalutan terlalu kuat dan harus diperbaiki.

Ø Lakukan pembalutan dalam posisi yang diinginkan, misalnya untuk pembalutan sendi jangan berusaha menekuk sendi bila dibalut dalam keadaan lurus.

Penggunaan penutup luka penekan

Kombinasi penutup luka dan pembalut dapat juga dipakai untuk membantu melakukan tekanan langsung pada kasus perdarahan. Langkah-langkahnya :

  1. Tempatkan beberapa penutup luka kasa steril langsung atas luka dan tekan.
  2. Beri bantalan penutup luka.
  3. Gunakan pembalut rekat, menahan penutup luka.
  4. Balut.
  5. Periksa denyut nadi ujung bawah daerah luka (distal).

Khusus untuk luka memar dapat dilakukan pertolongan sebagai berikut :
  • Berikan kompres dingin (misalnya kantung es)
  • Balut tekan
  • Istirahatkan anggota gerak tersebut
  • Tinggikan anggota gerak tersebut

7 E-mail Hoax Populer Sepanjang Masa

leave a comment »

E-mail hoax adalah e-mail2 berisi informasi / ajakan yang sangat menggiurkan / menguntungkan. Namun ujung2-nya berisi kebohongan. Gak sedikit yang menjebak sehingga tanpa sadar kita mengeluarkan uang.

Walau komputer kita sudah dilengkapi proteksi yang canggih sekalipun, mereka bisa saja dengan mudah masuk dalam Inbox kita. Kadang menjengkelkan karena menuh-menuhin Inbox. Gak jarang justru menyesatkan dan malah ngejebak. PC World’s Magazine telah menghimpun 7 e-mail hoax “terfavorit” di mana hingga hari ini masih saja ada orang yang terjebak dengan tipuan2 e-mail itu :

1. RAISE BONSAI KITTENS IN THE BOTTLES
Artikel ini memuat tentang orang yang berhasil menernakkan anak kucing di dalam botol. Banyak orang terjebak dan penasaran ingin tahu cara beternak binatang di dalam botol. Terlebih dikatakan bahwa teknik peternakan ini sudah sukses dilakukan di New York, China, Indonesia, dan New Zealand. Hah????
Ide e-mail hoax ini dibuat oleh mahasiswa MIT di tahun 2000. Tujuan sebenarnya hanyalah memparodikan istilah “bonsai”. Utk meyakinkan publik, mereka membuat website www.bonsaikitten. com yg berisi teknik beternak anak kucing.

2. PETITION TO BAN DIHYDROGEN MONOXIDE :
Tahun 1990-an awal (hingga hari ini), ada sebuah petisi yang mengajak kita untuk memerangi dihydrogen monoxide yang disinyalir sebagai bahan kimia penyebab kanker, tumor, dan menjadi kontribusi dari efek rumah kaca.
Buat Anda yang kurang paham, dihydrogen monoxide adalah nama Kimia dari “AIR”.

3. POP POPCORN WITH CELL-PHONES :

Ga ada microwave dan lagi pengen makan popcorn? Aktifkan ponsel Anda, dan dekatkan pada popcorn. Dijamin dalam 10 menit, popcorn langsung mekar dan matang. Versi lain malah memperlihatkan “kehebatan” elektromagnet ponsel yang mampu mematangkan telor mentah. Bayangkan jika menelepon pake ponsel lebih dari 10 menit, apa yang terjadi dengan otak Anda? Hiii…. Seram kan?
Faktanya : gak benar tuh !!!! Ide memasak popcorn dan telor dengan ponsel didapat dari iklan yang beredar luar di youtube. Iklan itu sendiri dibuat Cardo Systems, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang headset utk celphone.

4. BILL GATES GIVES YOU MONEY :

Pernah terima e-mail dari Bill Gates atau Microsoft atau teman Anda yang meminta Anda memforward e-mail. Setiap e-mail yang diforward dan diterima, kita akan memperoleh uang sebesar sekian sen. Bahkan ada yg terima US$ 1,000..!!! Wa… edan banget!!!
Faktanya : Ya, Bill Gates pernah memberi orang uang dengan meminta mereka memforward e-mail dari Microsoft. Tapi itu terjadi tahun 1990, saat Microsoft pertama kali mengoperasikan internet. Penawaran itu sudah tidak berlaku lagi. So… gak perlu capek2 kirim2 e-mail ginian lagi….!!!

5. VIRUS CAN LAUNCH NUCLEAR :
Tahun 2002, Symantec menginformasikan tentang adanya virus software yang mampu membuat komputer kita mampu mengaktifkan nuklir di Pentagon. Dan berbondong2lah orang “merelakan” komputernya dijangkiti virus agar bisa meluncurkan nuklir Pentagon.
Faktanya : Bodoh banget sih…!!! Jelas2 itu bikinan virus Worm! Symantec gak pernah merilis pernyataan itu dan gak ada virus yang bisa connect langsung ke Pentagon. Ada juga komputer kita yang hancur diserbu virus Worm.

6. HELP…!! I GIVE YOU HALF OF MY MONEY…

Pernah terima e-mail dari Kementerian Nigeria, anak presiden Uganda, dan orang2 penting dari negara Afrika itu? Mereka biasanya mengirimkan surat dengan sopan, dan intinya meminta bantuan finansial kita. Atau anak presiden tersesat di negara Perancis, tidak bisa pulang, dan minta bantuan kita untuk mentransfer uang padanya. Ntar 1/2 hartanya diberikan buat kita. Jika Anda pernah mengirimkan uang pada mereka, SELAMAT…!! Anda baru saja tertipu…!! !
Faktanya: Ini adalah penipuan kelas tinggi!!! Dunia internasional mengenal penipuan ini dengan kode 419 Scams (419 adalah kode kriminal Nigeria), dikarenakan banyaknya penipuan berasal dari Nigeria.

7. WATCH BRITNEY SPEARS NAKED! :

Pernah dapat e-mail ber-attachment dan ber-subject “Watch Angelina Jolie’s Lips explode!”, “Watch Britney Spears Naked”, “Britney Spears & Brad Pitt Naked”, “Angelina Jolie sex scene”, dll? Pernah buka? Kalo pernah… SELAMAT..!! Komputer Anda baru saja “hancur” dirasuki virus ganas bernama jollie.

Written by rido284

August 27, 2008 at 4:35 pm

PEMINDAHAN KORBAN & POSISI KORBAN

leave a comment »

PEMINDAHAN KORBAN

Saat tiba di lokasi kita mungkin menemukan bahwa seorang korban mungkin harus dipindahkan. Pada situasi yang berbahaya tindakan cepat dan waspada sangat penting. Penangan korban yang salah akan menimbulkan cedera lanjutan atau cedera baru.

Penggunaan tubuh dengan baik untuk memfasilitasi pengangkatan dan pemindahan korban untuk mencegah cedera pada penolong.

Cara yang salah dapat menimbulkan cedera. Saat mengangkat ada beberapa hal yang harus diperhatikan :

  • Rencanakan pergerakan sebelum mengangkat
  • Gunakan tungkai jangan punggung
  • Upayakan untuk memindahkan beban serapat mungkin dengan tubuh
  • Lakukan gerakan secara menyeluruh dan upayakan agar bagian tubuh saling menopang
  • Bila dapat kurangi jarak atau ketinggian yang harus dilalui korban
  • Perbaiki posisi dan angkatlah secara bertahap

Hal-hal tersebut di atas harus selalu dilakukan bila akan memindahkan atau mengangkat korban. Kunci yang paling utama adalah menjaga kelurusan tulang belakang. Upayakan kerja berkelompok, terus berkomunikasi dan lakukan koordinasi.

Mekanika tubuh yang baik tidak akan membantu mereka yang tidak siap secara fisik.

MEMINDAHKAN KORBAN

Kapan penolong harus memindahkan korban sangat tergantung dari keadaan. Secara umum, bila tidak ada bahaya maka jangan memindahkan korban. Lebih baik tangani di tempat.

Pemindahan korban ada 2 macam yaitu darurat dan tidak darurat.


1. Pemindahan Darurat

Pemindahan ini hanya dilakukan bila ada bahaya langsung terhadap korban

Contoh situasi yang membutuhkan pemindahan segera:

· Kebakaran atau bahaya kebakaran

· Ledakan atau bahaya ledakan

· Sukar untuk mengamankan korban dari bahaya di lingkungannya :

Bangunan yang tidak stabil

Mobil terbalik

Kerumunan masa yang resah

Material berbahaya

Tumpahan minyak

Cuaca ekstrim

· Memperoleh akses menuju korban lainnya

· Bila tindakan penyelamatan nyawa tidak dapat dilakukan karena posisi korban, misalnya melakukan RJP.

Bahaya terbesar pada pemindahan darurat adalah memicu terjadinya cedera spinal. Ini dapat dikurangi dengan melakukan gerakan searah dengan sumbu panjang badan dan menjaga kepala dan leher semaksimal mungkin.

Beberapa macam pemindahan darurat :

· Tarikan baju

· Tarikan selimut atau kain

· Tarikan bahu/lengan

· Menggendong

· Memapah

· Membopong

2. Pemindahan Biasa

Bila tidak ada bahaya langsung terhadap korban, maka korban hanya dipindahkan bila semuanya telah siap dan korban selesai ditangani.

Contohnya :

· Angkatan langsung

· Angkatan ekstremitas (alat gerak)

Posisi Korban

Setelah dilakukan pemindahan, maka selanjutnya adalah penempatan posisi korban.

Bagaimana meletakkan penderita tergantung dari keadaannya.

· Korban dengan syok

o Tungkai ditinggikan ( Seperti pada kasus orang pingsan , pada saat dibaringkan tungkai lebih tinggi daripada kepala )

· Korban dengan gangguan pernapasan

o Biasanya posisi setengah duduk

· Korban dengan nyeri perut

o Biasanya posisi meringkuk seperti bayi

· Penderita trauma terutama tersangka cidera spinal harus segera distabilkan dan di immobilisasi dengan papan spinal panjang

· Penderita tidak ada respon dan tidak ditemukan atau tidak dicurigai ada cedera spinal atau cedera berat lainnya posisikan miring stabil / pemulihan

Tidak mungkin untuk membahas semua keadaan. Situasi di lapangan dan keadaan korban akan memberikan petunjuk bagaimana posisi yang terbaik.

Peralatan Evakuasi

· Tandu beroda

· Tandu lipat

· Tandu skop / tandu ortopedi/ tandu trauma

· Tandu kursi

· Tandu basket

· Tandu fleksibel

· Kain evakuasi

· Papan spinal

BANTUAN HIDUP DASAR – Basic Life Support -

leave a comment »

BANTUAN HIDUP DASAR

- Basic Life Support -

Keadaan darurat yang mengancam nyawa bisa terjadi sewaktu-waktu dan di mana pun. Kondisi ini memerlukan bantuan hidup dasar. Bantuan hidup dasar adalah usaha untuk mempertahankan kehidupan saat penderita mengalami keadaan yang mengancam nyawa.

Melakukan bantuan ini kita tidak mempergunakan cairan, obat ataupun terapi kejut listrik. Bantuan Hidup Dasar atau yang disingkat BHD ini harus dapat dipahami dan dilaksanakan oleh seluruh lapisan masyarakat dan tidak terbatas kepada petugas paramedik atau tim medis.

Ketika melaksanakan BHD ini kita berpacu dengan waktu, sebab korban yang akan kita tolong dalam keadaan terancam nyawanya. Oleh karena itu, pertolongan pertama yang dilakukan oleh penolong yang pertama kali melihat korban sangat dibutuhkan sebelum paramedis atau tim medis tiba di lapangan.

Jadi, jangan lagi beranggapan bahwa dalam melakukan pertolongan kita berprinsip bagaimana caranya membawa korban segera ke RS, tetapi bagaimana caranya kita mempertahankan jiwa korban tersebut sampai bantuan lebih lanjut datang.

Waktu sangat penting dalam melakukan bantuan hidup dasar. Otak dan jantung bila tidak mendapat oksigen lebih dari 6 – 10 menit akan mengalami kematian, sehingga korban tersebut dapat mati.

Bantuan Hidup Dasar merupakan beberapa cara sederhana yang dapat mempertahankan hidup seseorang untuk sementara. Intinya adalah bagaimana menguasai dan membebaskan jalan napas, bagaimana membantu mengalirkan darah ke tempat yang penting dalam tubuh, sehingga pasokan oksigen ke otak terjaga untuk mencegah terjadinya kematian sel otak.

Pengertian mati klinis dan mati biologis

Ø Mati klinis :

Tidak ditemukan adanya pernapasan dan denyut nadi, bersifat reversibel, penderita punya kesempatan waktu 4-6 menit untuk dilakukan resusitasi tanpa kerusakan otak.

Ø Mati biologis :

Biasanya terjadi dalam waktu 8-10 menit dari henti jantung, dimulai dengan kematian sel otak, bersifat irreversibel. ( kecuali berada di suhu yang ekstrim dingin, pernah dilaporkan melakukan resusitasi selama 1 jam/ lebih dan berhasil ).

Ø Tanda-tanda pasti mati :

a. Lebam mayat

b. Kaku mayat

c. Pembusukan

d. Tanda lainnya : cedera mematikan.

PELAKSANAAN

Komponen BLS ( Basic Life Support )

a. D (Danger) : Electricity, Traffic, Falling objects, and Chemicals

b. R (Respone) : Suara dan nyeri

c. S (Shout for help)

d. A (Airway Control) : penguasan jalan napas

e. B (Breathing Support) : bantuan pernapasan

f. C (Circulatory Suport) : bantuan sirkulasi (pijatan jantung luar) dan menghentikan perdarahan besar.

Cara memeriksa napas

· Dengan cara LDR ( lihat, dengar, rasakan ) selama 3-5 detik.

o LOOKing for chest and/or abdominal movement,

o LISTENing for breath sounds and

o FEELing for breath,

Penyebab utama sumbatan jalan nafas

  • Lidah
  • Benda asing

Membersihkan jalan napas

  • Reposisi
  • Sapuan jari

Cara membuka jalan napas

  • Teknik angkat dagu-tekan dahi (bila tidak ada trauma kepala,leher, tulang belakang).
  • Perasat pendorongan rahang bawah (jaw thrust maneuver) Untuk kasus trauma leher

Jaw thrust manuever

Teknik bantuan pernapasan

  • Mouth to mouth ventilation ( 12 kali / menit ) dengan Head tilt and chin lift Maneuver or Jaw Thrust Maneuver
  • Chest compression / Resusitasi Jantung Paru (dengan kedalam 1 1/2 – 2 inci dinding dada) dengan frekwensi 30 : 2 ( 30 tekanan dada dan 2 bantuan nafas efektif )

Perhatikan tangan ada jari-jari yang digunakan untuk menutup hidung.

satu penolong dua penolng

Berikut tabel urutan langkah dalam melakukan BHD

Hal Yang Perlu Dicermati

  • Panggil bantuan

- Warga Sekitar

- Ambulan dan tenaga medis

- Polisi ( bila memang diperlukan )

  • Perkecil Resiko terjadinya kecelakaan susulan à Jauhkan dari penyebab terjadinya kecelakaan

- Kecelakaan lalu lintas

– Perkecil resiko terjadinya kebakaran dengan mematikan stater / kunci kontak.

– Memasang segitiga pengaman atau tunjuk beberapa orang untuk mengatur lalu lintas.

- Kebakaran

- Sengatan listrik

- Gigitan binatang

- Tenggelam

  • Urutan Kejadian ; Bagaimana Kecelakaan Terjadi?, Tanyakan pada korban dan saksi mata .
  • Gejala; Dengar baik-baik segala ucapan korban, apakah ia merasa sakit? Lihat secara jelas, bagian tubuh mana yang mengalami pendarahan? Dapatkah digerakkan ?
  • Tanda-Tanda; Periksa korban dari ujung kepala hingga kaki dengan cermat, bandingkan ke dua sisi badan korban. Adakah kejanggalan yang terlihat atau teraba?
  • Catat dan ingat semua informasi yang didapat untuk selanjutnya diberikan kepada tim medis.

Bahaya bagi penolong dalam pemberian napas dari mulut ke mulut

  • Penyebaran penyakit
  • Kontaminasi bahan kimia
  • Muntahan penderita

Kesalahan pada RJP dan akibatnya

KESALAHAN

AKIBAT

Penderita tdk berbaring pd bidang keras

PJL kurang efektif

Penderita tidak horisontal

Bila kepala lbh tinggi, darah yg ke otak berkurang

Tekan dahi angkat dagu, kurang baik

Jalan napas terganggu

Kebocoran saat melakukan napas buatan

Napas buatan tidak efektif

Lubang hidung kurang tertutup rapat dan mulut penderita kurang terbuka saat pernapasan buatan

Napas buatan tidak efektif

Tekanan terlalu dalam/ terlalu cepat

Patah tulang, luka dalam paru-paru

Rasio PJL dan napas buatan tidak baik

Oksigenasi darah kurang

Keadaan dimana tindakan RJP di hentikan

  • Penderita pulih kembali
  • Penolong kelelahan
  • Diambil alih oleh tenaga yang sama atau yang lebih terlatih
  • Jika ada tanda pasti mati

Macam komplikasi yang dapat terjadi pada RJP

  • Patah tulang dada/ iga
  • Bocornya paru-paru ( pneumothorak)
  • Perdarahan dalam paru-paru/ rongga dada ( hemothorak )
  • Luka dan memar pada paru-paru
  • Robekan pada hati

ARTI PERTOLONGAN PERTAMA

leave a comment »

PERTOLONGAN PERTAMA

Definisi

Secara harfiah merupakan tindakan yang dapat diberikan / dilakukan oleh orang yang terlatih atau memahami tentang seluk-beluk anatomi-kesehatan dasar. Kemampuan dasar ini dapat diperoleh melalui pendidikan umum formal, pelatihan ataupun pengalaman.

Pemberian pertolongan segera kepada penderita sakit atau korban kecelakaan yang memerlukan penanganan medis dasar untuk mencegah cacat atau maut.

Pertolongan pertama mempunyai makna tindakan yang pertama sebelum korban dibawa ke fasilitas kesehatan yang lebih baik.

Tujuan

  • Menyelamatkan jiwa penderita
  • Mencegah cacat dan mencegah agar cedera yang timbul tidak lebih parah
  • Memberikan rasa nyaman dan menunjang proses penyembuhan

Dasar Hukum

Di dalam undang-undang ditemukan beberapa pasal yang mengatur mengenai Pertolongan Pertama, namun belum dikuatkan dengan peraturan lain untuk melengkapinya. Beberapa pasal yang berhubungan dengan Pertolongan Pertama antara lain :

Pasal 531 K U H Pidana

Barang siapa menyaksikan sendiri ada orang didalam keadaan bahaya maut, lalai memberikan atau mengadakan pertolongan kepadanya sedang pertolongan itu dapat diberikannya atau diadakannya dengan tidak akan menguatirkan, bahwa ia sendiri atau orang lain akan kena bahaya dihukum kurungan selama-lamanya tiga bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp 4.500,-. Jika orang yang perlu ditolong itu mati, diancam dengan : KUHP 45, 165, 187, 304 s, 478, 525, 566

Prinsip Dasar

  • Pertolongan pertama harus diberikan dalam waktu singkat, meski pengangkutan dan perawatan selanjutnya dapat ditunda dalam beberapa jam atau beberapa hari
  • Pertolongan pertama adalah perawatan cepat. Berarti bukan hanya perawatan terhadap luka (fisik), namun juga perawatan terhadap mental ( psokologis ).
  • Pelaksanaan :

- Jangan panik

- Periksan keadaan sekitar

- Percaya diri

- Tenangkan korban dan lindungi korban dari bahaya

- Bertindak cepat

- Buat catatan ( Indentitas, lokasi kecelakaan, dan pengobatan (tindakan-tindakan yang telah dilakukan

Seorang pemberi P3K yang bijaksana tidak hanya tergantung dari barang-barang yang ada dalam perlengkapan P3Knya, tetapi ia akan berusaha untuk menggunakan barang apa saja yang ada di sekitarnya, dan apabila perlu ia akan membuatnya sendiri, misalnya tandu darurat, penyangga darurat dan lain-lain.

Persetujuan Pertolongan

Saat memberikan pertolongan sangat penting untuk meminta izin kepada korban terlebih dahulu atau kepada keluarga, orang disekitar bila korban tidak sadar. Ada 2 macam izin yang dikenal dalam pertolongan pertama :

  • Persetujuan yang dianggap diberikan atau tersirat (Implied Consent)

Persetujuan yang diberikan pendarita sadar dengan cara memberikan isyarat, atau penderita tidak sadar, atau pada anak kecil yang tidak mampu atau dianggap tidak mampu memberikan persetujuan

  • Pesetujuan yang dinyatakan (Expressed Consent)

Persetujuan yang dinyatakan secara lisan maupun tulisan oleh penderita.

Alat Perlindungan Diri

Keamanan penolong merupakan hal yang sangat penting, sebaiknya dilengkapi dengan peralatan yang dikenal sebagai Alat Perlindungan Diri antara lain :

Sarung tangan lateks

Pada dasarnya semua cairan tubuh dianggap dapat menularkan penyakit.

Kaca mata pelindung

Mata juga termasuk pintu gerbang masuknya penyakit kedalam tubuh manusia

Baju pelindung

Mengamankan tubuh penolong dari merembesnya carian tubuh melalui pakaian.

Masker penolong

Mencegah penularan penyakit melalui udara

Masker Resusitasi Jantung Paru

Masker yang dipergunakan untuk memberikan bantuan napas

Helm

Seiring risiko adanya benturan pada kepala meningkat. Helm dapat mencegah terjadinya cedera pada kepala saat melakukan pertolongan.

PENILAIAN

  • Penilaian keadaan

Penilaian keadaan dilakukan untuk memastikan situasi yang dihadapi dalam suatu upaya pertolongan. Sebagai penolong kita harus memastikan apa yang sebenarnya kita hadapai, apakah ada bahaya susulan atau hal yang dapat membahayakan seorang penolong. Ingatlah selalu bahwa seorang atau lebih sudah menjadi korban, jangan ditambah lagi dengan penolong yang menjadi korban. Keselamatan penolong adalah nomor satu.

  • Keamanan lokasi

Pelaku pertolongan pertama saat mencapai lokasi kejadian, haruslah tanggap dan dengan serta merta melakukan penilaian keadaan dengan mengajukan pertanyaan – pertanyaan seperti dibawah.

  • Bagaimana kondisi saat itu
  • Kemungkinan apa saja yang akan terjadi
  • Bagaimana mengatasinya

Setelah keadaan di atasi barulah kita mendekati dan menolong korban. Adakalanya kedua ini berjalan bersamaan.

Tindakan saat tiba di lokasi

Bila anda sudah memastikan bahwa keadaan aman maka tindakan selanjutnya adalah :

  • Memastikan keselamatan penolong, penderita, dan orang-orang di sekitar lokasi kejadian.
  • Penolong harus memperkenalkan diri, bila memungkinkan:

Nama Penolong

Nama Organisasi

Permintaan izin untuk menolong dari penderita / orang

Menentukan keadaan umum kejadian (mekanisme cedera) dan mulai melakukan penilaian dini dari penderita.

Mengenali dan mengatasi gangguan / cedera yang mengancam nyawa.

Stabilkan penderita dan teruskan pemantauan.

Minta bantuan.

Sumber Informasi

Informasi tambahan mengenai kasus yang kita hadapi dapat diperoleh dari :

  • Kejadian itu sendiri.
  • Penderita (bila sadar).
  • Keluarga atau saksi.
  • Mekanisme kejadian.
  • Perubahan bentuk yang nyata atau cedera yang jelas.
  • Gejala atau tanda khas suatu cedera atau penyakit.

Penilaian Dini

Penolong harus mampu segera untuk mengenali dan mengatasi keadaan yang mengancam nyawa korban.

Langkah-langkah penilaian dini :

1. Kesan umum

Seiring mendekati penderita, penolong harus mementukan apakah situasi penderita tergolong kasus trauma atau kasus medis.

  • Kasus Trauma – Mempunyai tanda – tanda yang jelas terlihat atau teraba.
  • Kasus Medis – Tanpa tanda – tanda yang terlihat atau teraba

2. Periksa Respon

Cara sederhana untuk mendapatkan gambaran gangguan yang berkaitan dengan otak penderita

Terdapat 4 tingkat Respons penderita

A = Awas

Penderita sadar dan mengenali keberadaan dan lingkungannya.

S = Suara

Penderita hanya menjawab/bereaksi bila dipanggil atau mendengar suara.

N = Nyeri

Penderita hanya bereaksi terhadap rangsang nyeri yang diberikan oleh penolong, misalnya dicubit, tekanan pada tulang dada.

T = Tidak respon

Penderita tidak bereaksi terhadap rangsang apapun yang diberikan oleh penolong. Tidak membuka mata, tidak bereaksi terhadap suara atau sama sekali tidak bereaksi pada rangsang nyeri.

3. Memastikan jalan napas terbuka dengan baik (Airway).

Jalan napas merupakan pintu gerbang masuknya oksigen ke dalam tubuh manusia. Apapaun usaha yang dilakukan, namun bila jalan napas tertutup semuanya akan gagal.

  • Pasien dengan respon

Cara sederhana untuk menilai adalah dengan memperhatikan peserta saat berbicara. Adanya gangguan jalan napas biasanya akan berakibat pada gangguan bicara.

  • Pasien yang tidak respon

Pada penderita yang tidak respon, penolonglah yang harus mengambil inisiatif untuk membuka jalan napas. Cara membuka jalan napas yang dianjurkan adalah angkat dagu tekan dahi. Pastikan juga mulut korban bersih, tidak ada sisa makanan atau benda lain yang mungkin menyumbat saluran napas.

4. Menilai pernapasan (Breathing)

Periksa ada tidaknya napas dengan jalan lihat, dengar dan rasakan, nilai selama 3 – 5 detik.

Pernapasan yang cukup baik

  • Dada naik dan turun secara penuh
  • Bernapas mudah dan lancar

Pernapasan yang kurang baik

  • Dada tidak naik atau turun secara penuh
  • Terdapat kesulitan bernapas
  • Cyanosis (warna biru/abu – abu pada kulit, bibir, atau kuku)


5. Menghentikan perdarahan berat

6. Hubungi bantuan ( Mintalah bantuan kepada orang lain atau tenaga terlatih lain. Pesan yang disampaikan harus singkat, jelas dan lengkap ).

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.