And now , Bring me that horizon …

Lets start the new adventure !

Archive for the ‘Pertolongan Pertama | First Aid’ Category

KOMPLEKSITAS PADA PERTOLONGAN PERTAMA

leave a comment »

KOMPLEKSITAS PADA PERTOLONGAN PERTAMA

Tidak jarang terjadi korban kecelakaan dengan multiple injury, sehingga mempersulit bagi penolong. Pada keadaan demikian ini berlaku “ skala prioritas”. Terpenting adalah menjaga system saluran pernapasan dan detak jantung berfungsi dengan baik, sehingga kita masih dapat menyelamatkan nyawa korban. Pada kecelakaan massal seperti kecelakaan pesawat terbang, tanah longsor, kebanjiran dan sebagainya maka dikenal adanya “Samaritan law”, yaitu penolong berhak menilai korban yang masih layak untuk ditolong dengan kemungkinan harapan hidup masih tinggi, setelah meraka teratasi, barulah korban-korban yang berikutnya. Hal ini tergantung juga dari jumlah personil penolong.

PENYAKIT KARENA ALAM ATAU PEGUNUNGAN

leave a comment »

PENYAKIT KARENA ALAM ATAU PEGUNUNGAN

Mountain sickness

Penyebab : Turunnya kadar oksigen pegunungan, penyebab turunya oksigen dalam darah dan akan berakibat langsung ke otak.

Tanda-tanda : Mual,muntah,haus, napas tersengal-sengal,lemah, turun nafsu makan, pucat (kebiruan pada bibirdan kuku), pusing dan sakit kepala.

Pertolongan : Prinsipnya alirkan lebih banyak oksigen kedalam pernafasan.

Dengan cara :

1.  Menggunakan tabung oksigen.

2.  Turunkan kembali ke tempat yang lebih rendah

3.  Berusaha sendiri untuk bernafas lebih cepat dan lebih dalam (agar oksigen dapat terhisap lebih banyak)Hati-hati karena semakin pusing dan mual.

4. Berjalan pelan-pelan,ambil istirahat setiap langkah,Hal ini dapat mengurangi kebutuhan oksigen.

Frostbite (kekakuan atau membekunya anggota tubuh)

Penyebab : hawa dingin atau es (salju), Frosbite sering terjadi diujung jari tangan,atau kaki,mungkin letaknya yang jauh dari jantung,sehingga aliran darah minimal.

Frostbite

Permukaan yang terkena hanya kulit dan lapisan dibawahnya.Indikasi : kulit terasa keras dan berwarna abu-abu putih,terasa saki dan lama kelamaan menghilang.

Pertolongan :

1.     Mula-mula letakan bagian yang sakit pada anggota tubuh lain yang hangat (ketiak atau selangkangan) Karena mudah menyebabkan kematian jaringan-jaringan.

2.    Cairkan dengan merendam air hangat.Jangan menyentuhkan bagian tersebut keapi,lampu atau batu panas karena akan mengakibatkan kerusakanyang lebih parah.

3.    Berikan makanan dan minuman hangat (non alcohol) Usahakan menggerak-gerakan bagian yang terkena.

Hipotermia

Biasannya terjadi pada keadaan basah dan berangin ditempat dingin,ditandai dengan suhu tubuh yang menurun,rasa lelah dan sulit bicara dan pikiran yang tak terkendali.

Pertolongan :

Perbaikan keadaan. Ganti pakaian yang basah dengan pakaian yang kering jika ada beberapa lapis istirahat dalam kantong tidur untuk mengurangi pengurangan panas tubuh. Beri makanan dan minuman hangat agar suhu tubuh cepat kembali normal. ( Tetap awasi jalan nafas dan warna kulit )

Heat Stroke

Disebabkan suhu yang tinggi dengan pemasukan cairan yang kurang,dapat terjadi karena berada pada tempat yang panas dalam waktu yang lama atau olahraga yang banyak mengeluarkan keringat tapi tidak diimbangi dengan cairan yang masuk yang memadai.Adapun tanda-tandanya antara lain suhu tubuh yang meningkat tak terkendali,keringat berkurang ,sangat haus ,sesak nafas,sakit kepala sampai penurunan kesadaran.Umunya didahului dengan dehidrasi.

Pertolongan :

Bawa ketempat yang teduh,lindungi dari panas matahari,dinginkan kepala korban dengan kompres dingin dan beri minum yang dingin.

Snow Blindness

Adalah kebutaan, karena terlalu banyak melihat cahaya yang terpantul dari salju.Semakin tinggi tempat,semakin tinggi konsentrasi sinar ultra violet.Pada pegunungan tinggi yang bersalju,hampir seluruh sinar ultra violet dipantulkan kembali oleh salju,sehingga yang tertangkap mata sangat banyak inilah biang kebutaan tersebut.

Gejala :

Tidak secara langsung,biasanya 8-12 jam setelah exposure.Mata terasa kering dan teriritasi,terasa seperti berpasir.Air mata berlebihan,sulit dannyeri bila mata digerakkan.Kelopak mata merah dan membengkak serta sulit untuk dibuka.

Pertolongan :

Disini yang terbaik adalah pencegahan.Bagi mereka yang melakukan perjalanan yang lebih dari satu jam,harus menggunakan kacamata dengan tepian melekat pada kulit muka (kaca mata tukang las).Dengan lensa hanya diijinkan 20% cahaya. Penyakit ini akan sembuh dalam beberapa hari.Kompres dingin dan lakukan pembalutan pada mata akan menolong.Dengan persetujuan dokter ,gunakan salep mata,jangan mengosok-gosok mata,karena ini akan berakibat infeksi dan keadaan yang lebih parah.

SYOK

leave a comment »

SYOK

Syok terjadi bila sistem peredaran darah (sirkulasi) gagal mengirimkan darah yang mengandung oksigen dan bahan nutrisi ke alat tubuh yang penting (terutama otak, jantung dan paru-paru).

Penyebab

- Kegagalan jantung memompa darah

- Kehilangan darah dalam jumlah besar

- Pelebaran ( dilatasi ) pembuluh darah yang luas, sehingga darah tidak dapat mengisinya dengan baik

- Kekurangan cairan tubuh yang banyak misalnya diare.

Gejala dan tanda syok

- Nadi cepat dan lemah

- Napas cepat dan dangkal

- Kulit pucat,dingin dan lembab

- Sering kebiruan pada bibir dan cuping telinga

- Haus

- Mual dan muntah

- Lemah dan pusing

- Merasa seperti mau kiamat, gelisah

Penanganan syok

- Bawa penderita ke tempat teduh dan aman

- Tidurkan telentang, tungkai ditinggikan 20 – 30 cm bila tidak ada kecurigaan patah tulang belakang atau patah tungkai. Bila menggunakan papan spinal atau tandu maka angkat bagian kaki.

- Pakaian penderita dilonggarkan

- Cegah kehilangan panas tubuh dengan beri selimut penutup

- Tenangkan penderita

- Pastikan jalan napas dan pernapasan baik.

- Kontrol perdarahan dan rawat cedera lainnya bila ada

- Jangan beri makan dan minum.

- Periksa berkala tanda vital secara berkala

- Rujuk ke fasilitas kesehatan

Written by rido284

September 19, 2008 at 12:06 pm

TERSERTUM

leave a comment »

TERSERTUM

Tersetrum terjadi bila seseorang memegang alat elektronik atau kabel listrik yang rusak, bila sudah terjadi begitu otot-otot tangan tidak bisa lagi melepas benda yang menyebabkan penderita tersetrum. Bila Anda memegang penderita tanpa sebelumnya mematikan aliran listrik maka Anda akan terkena strum. Tindakan apa yang dapat Anda lakukan?

  1. Segera matikan aliran listrik. Cabut steker. Atau matikan sikring pusat.
  2. Jauhkan penderita dari sumber listrik. Untuk dapat memegang penderita tanpa kesetrum anda memerlukan benda yang tidak bisa mengantarkan listrik. Gunakan misalnya, sarung tangan karet yang kering (air juga dapat mengantarkan listrik !!), atau tongkat sapu.
  3. Periksa apakah penderita masih bernapas dengan normal. Bila tidak lakukan pernapasan mulut.
  4. Bila penderita masih bernapas dengan normal baringkan dengan posisi sisi mantap Yaitu miringkan penderita ke sisi kanan, tangan kiri penderita letakkan di pipi kanan.Hal ini dilakukan supaya penderita bisa bernapas spontan (tidak tertutup oleh lidah ).
  5. Hubungi segera dokter atau ambulans
  6. Letakkan kain atau pakaian yang kering dan tidak berbulu pada permukaan luka.

PATAH TULANG

leave a comment »

PATAH TULANG

Cedera Otot Rangka

Alat gerak yang terdiri dari tulang, sendi, jaringan ikat dan otot pada manusia sangat penting. Setiap cedera atau gangguan yang terjadi pada sistem ini akan mengakibatkan terganggunya pergerakan seseorang untuk sementara atau selamanya.

Gangguan yang paling sering dialami pada cedera otot rangka adalah Patah tulang. Pengertian patah tulang ialah terputusnya jaringan tulang, baik seluruhnya atau hanya sebagian saja.

Penyebab

Pada dasarnya tulang itu merupakan benda padat, namun masih sedikit memiliki kelenturan. Bila teregang melampau batas kelenturannya maka tulang tersebut akan patah.

Cedera dapat terjadi sebagai akibat :

  • Gaya langsung.

Tulang langsung menerima gaya yang besar sehingga patah.

  • Gaya tidak langsung.

Gaya yang terjadi pada satu bagian tubuh diteruskan ke bagian tubuh lainnya yang relatif lemah, sehingga akhirnya bagian lain inilah yang patah. Bagian yang menerima benturan langsung tidak mengalami cedera berarti

  • Gaya puntir.

Selain gaya langsung, juga tulang dapat menerima puntiran atau terputar sampai patah. Ini sering terjadi pada lengan.

Mekanisme terjadinya cedera harus diperhatikan pada kasus-kasus yang berhubungan dengan patah tulang. Ini dapat memberikan gambaran kasar kepada kita seberapa berat cedera yang kita hadapi.

Gejala dan tanda patah tulang

Mengingat besarnya gaya yang diterima maka kadang kasus patah tulang gejalanya dapat tidak jelas. Beberapa gejala dan tanda yang mungkin dijumpai pada patah tulang :

  • Terjadi perubahan bentuk pada anggota badan yang patah. Seing merupakan satu-satunya tanda yang terlihat. Cara yang paling baik untuk menentukannya adalah dengan membandingkannya dengan sisi yang sehat.
  • Nyeri di daerah yang patah dan kaku pada saat ditekan atau bila digerakkan.
  • Bengkak, disertai memar / perubahan warna di daerah yang cedera.
  • Terdengar suara berderak pada daerah yang patah (suara ini tidak perlu dibuktikan dengan menggerakkan bagian cedera tersebut).
  • Mungkin terlihat bagian tulang yang patah pada luka.

Pembagian Patah Tulang

Berdasarkan kedaruratannya patah tulang dibagi menjadi 2 yaitu :

  1. Patah tulang terbuka
  2. Patah tulang tertutup

Yang membedakannya adalah lapisan kulit di atas bagian yang patah. Pada patah tulang terbuka, kulit di permukaan daerah yang patah terluka. Pada kasus yang berat bagian tulang yang patah terlihat dari luar. Perbedaannya adalah jika ada luka maka kuman akan dengan mudah sampai ke tulang, sehingga dapat terjadi infeksi tulang. Patah tulang terbuka termasuk kedaruratan segera.

Contoh Kasus Patah Tulang

Pembidaian

Penanganan patah tulang yang paling utama adalah dengan melakukan pembidaian. Pembidaian adalah berbagai tindakan dan upaya untuk mengistirahatkan bagian yang patah.

Tujuan pembidaian

  1. Mencegah pergerakan/pergeseran dari ujung tulang yang patah.
  2. Mengurangi terjadinya cedera baru disekitar bagian tulang yang patah.
  3. Memberi istirahat pada anggota badan yang patah.
  4. Mengurangi rasa nyeri.
  5. Mempercepat penyembuhan

Beberapa macam jenis bidai :

  1. Bidai keras.

Umumnya terbuat dari kayu, alumunium, karton, plastik atau bahan lain yang kuat dan ringan. Pada dasarnya merupakan bidai yang paling baik dan sempurna dalam keadaan darurat. Kesulitannya adalah mendapatkan bahan yang memenuhi syarat di lapangan.

Contoh : bidai kayu, bidai udara, bidai vakum.

  1. Bidai traksi.

Bidai bentuk jadi dan bervariasi tergantung dari pembuatannya, hanya dipergunakan oleh tenaga yang terlatih khusus, umumnya dipakai pada patah tulang paha.

Contoh : bidai traksi tulang paha

  1. Bidai improvisasi.

Bidai yang dibuat dengan bahan yang cukup kuat dan ringan untuk penopang. Pembuatannya sangat tergantung dari bahan yang tersedia dan kemampuan improvisasi si penolong.

Contoh : majalah, koran, karton dan lain-lain.

  1. Gendongan/Belat dan bebat.

Pembidaian dengan menggunakan pembalut, umumnya dipakai mitela (kain segitiga) dan memanfaatkan tubuh penderita sebagai sarana untuk menghentikan pergerakan daerah cedera.

Contoh : gendongan lengan.

Pedoman umum pembidaian

Membidai dengan bidai jadi ataupun improvisasi, haruslah tetap mengikuti pedoman umum.

  • Sedapat mungkin beritahukan rencana tindakan kepada penderita.
  • Sebelum membidai paparkan seluruh bagian yang cedera dan rawat perdarahan bila ada.
  • Selalu buka atau bebaskan pakaian pada daerah sendi sebelum membidai, buka perhiasan di daerah patah atau di bagian distalnya.
  • Jangan berupaya merubah posisi bagian yang cedera. Upayakan membidai dalam posisi ketika ditemukan.
  • Jangan berusaha memasukkan bagian tulang yang patah.
  • Bidai harus meliputi dua sendi dari tulang yang patah. Sebelum dipasang diukur lebih dulu pada anggota badan penderita yang sehat.
  • Bila cedera terjadi pada sendi, bidai kedua tulang yang mengapit sendi tersebut.
  • Lapisi bidai dengan bahan yang lunak, bila memungkinkan.
  • Ikatan jangan terlalu keras dan jangan longgar. ( Cara  mengechecknya dengan kemampuan pengisian kapiler  dan meraba denyut nadi )

contoh :

( Dengan cara menekan sebagian kuku hingga putih, kemudian lepaskan. Kalo 1-2 detik berubah menjadi merah, berarti balutan bagus. Kalau lebih dari 1-2 detik tidak berubah warna menjadi merah, maka longgarkan lagi balutan, itu artinya terlalu keras )

( Meraba denyut arteri ‘dorsalis pedis’ pada kaki [ untuk kasus di kaki ]. Gambaran tanda hitam itu adalah tempat kita meraba arteri dorsalis pedis. Bila tidak teraba, maka balutan kita buka dan longgarkan )

( Meraba denyut arteri ‘radialis’ pada tangan [ untuk kasus di tangan ]. Gambaran tanda hitam itu adalah tempat kita meraba arteri redialis. Bila tidak teraba, maka balutan kita buka dan longgarkan )

  • Ikatan harus cukup jumlahnya, dimulai dari sendi yang banyak bergerak, kemudian sendi atas dari tulang yang patah. ( artinya balutan dilakukan dari bagian bawah ke atas )
  • Jangan membidai berlebihan
  • Kurangi rasa sakit.

– Istirahatkan bagian yang cedera.

– Kompres es bagian yang cedera (khususnya pada patah tulang tertutup)

– Baringkan penderita pada posisi yang nyaman.

TENGGELAM

with one comment

TENGGELAM

Mungkin terjadi dilaut maupun diair tawar dan dapat menyebabkan kematian.Bahaya yang mungkin terjadi adalah,masuknya air kedalaam paru-paru,jika masuk kedalam lambung tidak terlalu membahayakan.

Pertolongan :

Untuk korban yang sadar,segera bawa kedaratan. Hal yang sangat sulit, karena biasanya penderita panik dan berusaha memegang apa saja. Jika penolong penolong kurang tenang akan berakibat ikut tenggelam.

Teknik penyelamatan korban harus dikuasai oleh mereka yang menyenangi olah raga air (menyelam,berlayar,dan arung jeram). Setelah tiba ditempat aman, baringkan penderita.Bagi yang sadar akan mengeluarkn air dengan sendirinya, jika sudah terlalu banyak meminum air.Untuk itu dapat dibantu dengan menelungkupkan penderita dan memiringkan kepala ke salah satu isi..Kemudian tekan ulu hati penderita dengan sentakan. Ingat !! Kepala harus miring untuk menjegah masuknya air kedalam paru-paru.Untuk korban pingsan dengan pernafasan berhenti,berikan segera pernafasan dari mulut kemulut. Raba denyut nadi leher, jika terhenti, lakukan pemijatan jantung. Lakukan usaha tersebut terus menerus sampai penderita sadar,atau justru tidak bisa tertolong lagi/meninggal. Penderita dengan riwayat tenggelam,meski sudah sadar,harus tetap dibawah kerumah sakit,untuk diobservasi minimal 24 jam pertama. Hal ini dilakukan untuk mengawasi kemungkinan timbulnya kembali udara dalam pembuluh darah, serta untuk menjegah infeksi paru-paru.

Gigitan Ular

leave a comment »

GIGITAN ULAR

Managemen untuk gigitan ular

1. Selalu mengasumsikan bahwa semua gigitan ular dapat mengancam kehidupan.

2. Korban jangan banyak melakukan gerakan, dan tidak panik.

3. Letakkan bagian yang tergigit lebih rendah dari jantung,usahakan penderita tetap tenang

4. Luka dibersihkan

5. Torniket digunakan untuk mencegah kemungkinan menjalarnya bias ke Jantung. Torniket diletakkan antara luka dengan jantung (luka di daerah anggota badan).

6. Ular yang menggigit harus ditangkap dan diketahui jenisnya. Bila berbisa, dapat ditentukan jenis bisanya.

7. Lakukan pemeriksaan whole blood clotting time ( WBCT )

* Iris dengan pisau yang sudah disterilkan (dengan membakarnya lebih dahulu) tepat dibekas gigitan ular,berbentuk silang,sedalamkurang lebih 0,5 cm sepanjang 1,5 cm.

Tips yang dapat dilakukan:


- Usahakan membunuh ular yang mengigit anda untuk memudahkan identifikasi ular dalam pemberian anti venom. Ketika membunuh ular tersebut jangan sampai anda tergigit lagi oleh ular tersebut.
- Untuk membedakan antara ular berbisa dengan tidak adalah dengan melihat bekas gigitan. Gigitan yang terdiri dari 2 lubang gigitan layaknya gigitan vampire menandakan ular tersebut memiliki racun (Bisa), sedangkan gigitan yang membentuk setengah lingkaran cenderung tidak berbisa. ( tapi sebaiknya anggap semua gigitan ular itu berbisa )
- Bila gigitan sudah cukup lama(lebih dari0,5 jam)tidak perlu melakukan penghisapan lagi,kirim korban untuk mendapatkan suntikan anti bisa ular (ABU)

Kemasukan Benda Asing

leave a comment »

Masuknya Benda Asing Ke Dalam Tubuh

Benda asing tidak hanya dapat masuk melalui mulut tapi juga masuk melalui hidung telinga atau mata.

Kritis: benda asing masuk ke dalam saluran pernafasan

Tubuh kita memiliki mekanisme alami bila benda asing masuk ke dalam saluran pernapasan. Dengan batuk yang kuat, benda asing akan keluar denagn sendirinya. Bila tidak juga bisa keluar penderita akan tersedak dan tidak bisa bernafas. Hal ini akan sangat berbahaya sekali. Pertolongan pertama pada kecelakaan semacam ini sangat diperlukan. Sebagai penolong usahakan diri Anda setenang mungkin dan lakukan pertolongan tanpa ragu-ragu:

Sedapat mungkin benda asing dikeluarkan dengan jari

Gbr.

Penderita dipegang dari belakang di setinggi ulu hati dengan kedua tangan.
Tangan yang satu memegang tangan yang lain
Tekan dengan kuat, sehingga otot ronggga dada (diafragma) naik dan terjadi tekanan tinggi di rongga dada. Tindakan ini dapat mengeluarkan benda asing.

Gbr.
Perasat Heimlich dapat dilakukan pada penderita yang duduk di atas kursi.
Penolong berdiri di belakang kursi sambil menyandarkan lutut pada punggung kursi.

Mengambil Benda Asing Kecil Dalam Mata

Urut ke arah hidung.
Dengan demikian benda asing akan lebih mudah diambil.

Mata melihat ke atas.
Tarik kulit ke arah bawah

Keluarkan benda Asing dengan ujung tissue yang bersih

LUKA BAKAR

leave a comment »

LUKA BAKAR

Definisi


Luka bakar adalah luka yang terjadi akibat sentuhan permukaan tubuh dengan benda-benda yang menghasilkan panas (api,cairan panas, listrik, radiasi dll) atau zat-zat yang bersifat membakar.

Penggolongan

Berdasarkan dalamnya luka bakar dibagi menjadi :

1. Luka bakar superfisial (derajat satu)

Hanya meliputi lapisan kulit yang paling atas saja (epidermis).

Ditandai dengan kemerahan, nyeri dan kadang-kadang bengkak

2. Luka bakar derajat dua (sedikit lebih dalam)

Meliputi lapisan paling luar kulit yang rusak dan lapisan dibawahnya terganggu. Luka bakar jenis ini paling sakit , ditandai dengan gelembung-gelembung pada kulit berisi cairan, bengkak, kulti kemerahan atau putih, lembab dan rusak.

3. Luka bakar derajat tiga

Lapisan yang terkena tidak terbatas, bahkan dapat sampai ke tulang dan organ dalam. Luka bakar ini paling berat dan ditandai dengan kulit biasanya kering, pucat atau putih, namun dapat juga gosong dan hitam.Dapat diikuti dengan mati rasa karena kerusakan saraf. Daerah disekitarnya nyeri.

Etiologi

Luka bakar dikategorikan menurut mekanisme injurinya meliputi :

  • Luka Bakar Termal

Luka bakar thermal (panas) disebabkan oleh karena terpapar atau kontak dengan api, cairan panas atau objek-objek panas lainnya.

  • Luka Bakar Kimia

Luka bakar chemical (kimia) disebabkan oleh kontaknya jaringan kulit dengan asam atau basa kuat. Konsentrasi zat kimia, lamanya kontak dan banyaknya jaringan yang terpapar menentukan luasnya injuri karena zat kimia ini. Luka bakar kimia dapat terjadi misalnya karena kontak dengan zat-zat pembersih yang sering dipergunakan untuk keperluan rumah tangga dan berbagai zat kimia yang digunakan dalam bidang industri, pertanian dan militer. Lebih dari 25.000 produk zat kimia diketahui dapat menyebabkan luka bakar kimia.

  • Luka Bakar Elektrik

Luka bakar electric (listrik) disebabkan oleh panas yang digerakan dari energi listrik yang dihantarkan melalui tubuh. Berat ringannya luka dipengaruhi oleh lamanya kontak, tingginya voltage dan cara gelombang elektrik itu sampai mengenai tubuh.

  • Luka Bakar Radiasi

Luka bakar radiasi disebabkan oleh terpapar dengan sumber radioaktif. Tipe injuri ini seringkali berhubungan dengan penggunaan radiasi ion pada industri atau dari sumber radiasi untuk keperluan terapeutik pada dunia kedokteran. Terbakar oleh sinar matahari akibat terpapar yang terlalu lama juga merupakan salah satu tipe luka bakar radiasi.


PENANGANAN ( Ditempat Kejadian )

Terpenting dalam pertolongan pertama pada luka bakar adalah segera membebaskan korban dari sumber luka bakar kemudian mengatasi nyeri

Tindakan Terpenting adalah :

- Segera menghentikan paparan panas

- Mencegah meluas dan mendalamnya kerusakan jaringan kulit

- Mencegah dan mengatasi infeksi

- Mencegah perlengketan jari tangan/kaki

  • Matikan api dengan memutuskan hubungan (suplay) Oksigen dengan menutup tubuh penderita dengan selimut, handuk, seprai, karung, dll
  • Perhatikan Keadaan Umum penderita
  • Evaluasi ABC
  • Tentukan derajat berat dan luas luka bakar
  • Pendinginan:
    1. Hentikan proses luka bakarnya. Alirkan air dingin pada bagian yang terkena. Bila ada bahan kimia alirkan air terus menerus sekurang-kurangnya selama 20 menit.
    2. Buka pakaian penderita
    3. Jangan mengelupas bagian yang melepuh
    4. Upayakan penderita senyaman mungkin
    5. Berikan minum sebanyak mungkin
  • Mencegah infeksi:

Luka ditutup dengan perban/ kain kering bersih yang tidak dapat melekat pada luka, jangan memecahkan gelembungnya. Bila yang terbakar adalah jari-jari maka balut masing-masing jari tersendiri

· Penderita ditutup kain bersih

· Jangan beri zat yang tidak larut dalam air seperti: mentega, menyak, kecap, pasta gigi,telor, dll ( Hal ini hanya akan memperparah luka )

· Rujuk

PERDARAHAN dan PEMBALUTAN

leave a comment »

PERDARAHAN

Pengertian Perdarahan

Sistem peredaran darah yang terdiri dari 3 komponen utama yaitu jantung, pembuluh darah dan darah. Dalam tubuh manusia darah relatif selalu berada dalam pembuluh darah kecuali pada saat masuk dalam jaringan untuk melakukan pertukaran bahan makanan dan oksigen dengan zat sisa pembakaran tubuh dan karbondioksida.

Jantung

Bagian sebelah kiri menerima darah yang kaya dengan oksigen setelah diproses dari paru – paru untuk selanjutnya diedarkan ke seluruh tubuh.

Bagian sebelah kanan menerima darah dari tubuh dan meneruskan ke paru – paru untuk kembali diperkaya dengan oksigen.

Arteri/Pembuluh Nadi

Adalah pembuluh darah yang mengangkut darah yang kaya dengan oksigen ke seluruh tubuh. Darah yang keluar berwarna merah segar dan memancar

Vena/Pembuluh Balik

Adalah pembuluh darah yang mengangkut darah dari seluruh tubuh kembali ke jantung. Darah yang keluar mengalir dan berwarna merah gelap

Kapiler/Pembuluh Rambut

Arteri akan terbagi – bagi menjadi pembuluh yang lebih kecil sehingga dapat mencapai hingga lebih dekat dengan kulit. Darah yang keluar sangat sedikit dan kadang hanya berupa titik-titik perdarahan

Denyut

Dapat dirasakan dengan mudah pada daerah dimana Arteri/Pembuluh Nadi berada dekat dengan kulit.

Lokasi pengecekan denyut yang paling mudah:

1. Radial – Berada di pergelangan tangan

2. Carotid – Berada di leher

3. Femoral – Berada di lipatan paha

Setiap kali jantung berdetak, anda dapat merasakan denyutnya pada sistem arteri.

Jenis Perdarahan

Perdarahan dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:

Perdarahan luar (terbuka), bila kulit juga cedera sehingga darah bisa keluar dari tubuh dan terlihat ada di luar tubuh.

Perdarahan dalam (tertutup), jika kulit tidak rusak sehingga darah tidak bisa mengalir langsung keluar tubuh.

Bahaya lain pada perdarahan adalah kemungkinan terjadinya penularan penyakit. Banyak kuman penyakit bertahan hidup di dalam darah manusia, sehingga bila darah korban ini bisa masuk kedalam tubuh penolong maka ada kemungkinan penolong dapat tertular penyakit.

Perawatan Perdarahan

  • Perlindungan terhadap infeksi pada penanganan perdarahan :

a. Pakai APD agar tidak terkena darah atau cairan tubuh korban.

b. Jangan menyentuh mulut, hidung, mata, makanan sewaktu memberi perawatan

c. Cucilah tangan segera setelah selesai merawat

d. Dekontaminasi atau buang bahan yang sudah ternoda dengan darah atau cairan tubuh korban.

  • Pada perdarahan besar:

a. Yang pertama harus anda lakukan adalah menenangkan penderita agar tidak terlalu banyak bergerak.

b. Baringkan penderita. Usahakan bagian tubuh yang terluka dalam posisi yang lebih tinggi dari tubuhnya. Dengan demikian aliran darah ke tubuh yang terluka akan mengalir lebih lambat.

c. Jangan buang waktu mencari penutup luka

d. Tekan langsung dengan tangan (sebaiknya menggunakan sarung tangan) atau dengan bahan lain.

e. Bila pada luka terdapat potongan kaca atau benda lain.

i. Tekan bagian bawah dan atas luka.

ii. Jangan tekan langsung pada lukanya.

f. Pertahankan dan tekan cukup kuat.

g. Bila perdarahan berhenti jangan bersihkan darah-darah yang mengering pada permukaan luka. Darah yang mengering merupakan reaksi alami tubuh untuk mencegah perdarahan lebih lanjut.

h. Pasang pembalutan penekan

i. Setelah itu segera panggil dokter atau bawa ke rumah sakit.

  • Pada perdarahan ringan atau terkendali :

a. Gunakan tekanan langsung dengan penutup luka

b. Tekan sampai perdarahan terkendali

c. Pertahankan penutup luka dan balut

d. Sebaiknya jangan melepas penutup luka atau balutan pertama

  • Perdarahan dalam atau curiga ada perdarahan dalam

a. Baringkan dan istirahatkan penderita

b. Buka jalan napas dan pertahankan

c. Periksa berkala pernapasan dan denyut nadi

d. Jangan beri makan dan minum

e. Rawatlah cedera berat lainnya bila ada

f. Segera rujuk ke fasilitas kesehatan

Laporkan kemungkinan adanya perdarahan dalam kepada tenaga terlatih segera setelah mereka tiba di lokasi.

Bila terjadi perdarahan di hidung atau mimisan.

  • Dudukkan penderita. Bisa juga dalam posisi berdiri (jangan dibaringkan).
  • Tundukkan kepala penderita sedikit ke depan taruh kompres dingin di leher bagian belakang.
  • Usahakan untuk sering mengganti kompres sehingga bagian belakang leher tetap dingin.
  • Kompres panas justru akan memperbanyak perdarahan.
  • Biasanya perdarahan akan berhenti setelah 4-5 menit.

Penutup dan Pembalut Luka

Penutup luka

· Membantu mengendalikan perdarahan

· Mencegah kontaminasi lebih lanjut

· Mempercepat penyembuhan

· Mengurangi nyeri

Pembalut

Pembalut adalah bahan yang digunakan untuk mempertahankan penutup luka. Bahan pembalut dibuat dari bermacam materi kain.

Fungsi pembalut

· Penekanan untuk membantu menghentikan perdarahan.

· Mempertahankan penutup luka pada tempatnya.

· Menjadi penopang untuk bagian tubuh yang cedera.

Pemasangan yang baik akan membantu proses penyembuhan.

Beberapa jenis pembalut

Ø Pembalut pita/gulung.

Ø Pembalut segitiga (mitela).

Ø Pembalut penekan.

Penutupan luka

Ø Penutup luka harus meliputi seluruh permukaan luka.

Ø Upayakan permukaan luka sebersih mungkin sebelum menutup luka, kecuali bila luka disertai perdarahan, maka prioritasnya adalah menghentikan perdarahan tersebut.

Ø Pemasangan penutup luka harus dilakukan sedemikian rupa sehingga permukaan penutup yang menempel pada bagian luka tidak terkontaminasi

Pembalutan

Ø Jangan memasang pembalut sampai perdarahan terhenti, kecuali pembalutan penekanan untuk menghentikan perdarahan.

Ø Jangan membalut terlalu kencang atau terlalu longgar.

Ø Jangan biarkan ujung bahan terurai, karena dapat tersangkut pada saat memindahkan korban

Ø Bila membalut luka yang kecil sebaiknya daerah yang dibalut lebih lebar untuk menambah luasnya permukaan yang mengalami tekanan diperluas sehingga mencegah terjadinya kerusakan jaringan.

Ø Jangan menutupi ujung jari, bagian ini dapat menjadi petunjuk apabila pembalutan kita terlalu kuat yaitu dengan mengamati ujung jari. Bila pucat artinya pembalutan terlalu kuat dan harus diperbaiki.

Ø Lakukan pembalutan dalam posisi yang diinginkan, misalnya untuk pembalutan sendi jangan berusaha menekuk sendi bila dibalut dalam keadaan lurus.

Penggunaan penutup luka penekan

Kombinasi penutup luka dan pembalut dapat juga dipakai untuk membantu melakukan tekanan langsung pada kasus perdarahan. Langkah-langkahnya :

  1. Tempatkan beberapa penutup luka kasa steril langsung atas luka dan tekan.
  2. Beri bantalan penutup luka.
  3. Gunakan pembalut rekat, menahan penutup luka.
  4. Balut.
  5. Periksa denyut nadi ujung bawah daerah luka (distal).

Khusus untuk luka memar dapat dilakukan pertolongan sebagai berikut :
  • Berikan kompres dingin (misalnya kantung es)
  • Balut tekan
  • Istirahatkan anggota gerak tersebut
  • Tinggikan anggota gerak tersebut

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.