And now , Bring me that horizon …

Lets start the new adventure !

Posts Tagged ‘sengatan listrik

TERSERTUM

leave a comment »

TERSERTUM

Tersetrum terjadi bila seseorang memegang alat elektronik atau kabel listrik yang rusak, bila sudah terjadi begitu otot-otot tangan tidak bisa lagi melepas benda yang menyebabkan penderita tersetrum. Bila Anda memegang penderita tanpa sebelumnya mematikan aliran listrik maka Anda akan terkena strum. Tindakan apa yang dapat Anda lakukan?

  1. Segera matikan aliran listrik. Cabut steker. Atau matikan sikring pusat.
  2. Jauhkan penderita dari sumber listrik. Untuk dapat memegang penderita tanpa kesetrum anda memerlukan benda yang tidak bisa mengantarkan listrik. Gunakan misalnya, sarung tangan karet yang kering (air juga dapat mengantarkan listrik !!), atau tongkat sapu.
  3. Periksa apakah penderita masih bernapas dengan normal. Bila tidak lakukan pernapasan mulut.
  4. Bila penderita masih bernapas dengan normal baringkan dengan posisi sisi mantap Yaitu miringkan penderita ke sisi kanan, tangan kiri penderita letakkan di pipi kanan.Hal ini dilakukan supaya penderita bisa bernapas spontan (tidak tertutup oleh lidah ).
  5. Hubungi segera dokter atau ambulans
  6. Letakkan kain atau pakaian yang kering dan tidak berbulu pada permukaan luka.

LUKA BAKAR

leave a comment »

LUKA BAKAR

Definisi


Luka bakar adalah luka yang terjadi akibat sentuhan permukaan tubuh dengan benda-benda yang menghasilkan panas (api,cairan panas, listrik, radiasi dll) atau zat-zat yang bersifat membakar.

Penggolongan

Berdasarkan dalamnya luka bakar dibagi menjadi :

1. Luka bakar superfisial (derajat satu)

Hanya meliputi lapisan kulit yang paling atas saja (epidermis).

Ditandai dengan kemerahan, nyeri dan kadang-kadang bengkak

2. Luka bakar derajat dua (sedikit lebih dalam)

Meliputi lapisan paling luar kulit yang rusak dan lapisan dibawahnya terganggu. Luka bakar jenis ini paling sakit , ditandai dengan gelembung-gelembung pada kulit berisi cairan, bengkak, kulti kemerahan atau putih, lembab dan rusak.

3. Luka bakar derajat tiga

Lapisan yang terkena tidak terbatas, bahkan dapat sampai ke tulang dan organ dalam. Luka bakar ini paling berat dan ditandai dengan kulit biasanya kering, pucat atau putih, namun dapat juga gosong dan hitam.Dapat diikuti dengan mati rasa karena kerusakan saraf. Daerah disekitarnya nyeri.

Etiologi

Luka bakar dikategorikan menurut mekanisme injurinya meliputi :

  • Luka Bakar Termal

Luka bakar thermal (panas) disebabkan oleh karena terpapar atau kontak dengan api, cairan panas atau objek-objek panas lainnya.

  • Luka Bakar Kimia

Luka bakar chemical (kimia) disebabkan oleh kontaknya jaringan kulit dengan asam atau basa kuat. Konsentrasi zat kimia, lamanya kontak dan banyaknya jaringan yang terpapar menentukan luasnya injuri karena zat kimia ini. Luka bakar kimia dapat terjadi misalnya karena kontak dengan zat-zat pembersih yang sering dipergunakan untuk keperluan rumah tangga dan berbagai zat kimia yang digunakan dalam bidang industri, pertanian dan militer. Lebih dari 25.000 produk zat kimia diketahui dapat menyebabkan luka bakar kimia.

  • Luka Bakar Elektrik

Luka bakar electric (listrik) disebabkan oleh panas yang digerakan dari energi listrik yang dihantarkan melalui tubuh. Berat ringannya luka dipengaruhi oleh lamanya kontak, tingginya voltage dan cara gelombang elektrik itu sampai mengenai tubuh.

  • Luka Bakar Radiasi

Luka bakar radiasi disebabkan oleh terpapar dengan sumber radioaktif. Tipe injuri ini seringkali berhubungan dengan penggunaan radiasi ion pada industri atau dari sumber radiasi untuk keperluan terapeutik pada dunia kedokteran. Terbakar oleh sinar matahari akibat terpapar yang terlalu lama juga merupakan salah satu tipe luka bakar radiasi.


PENANGANAN ( Ditempat Kejadian )

Terpenting dalam pertolongan pertama pada luka bakar adalah segera membebaskan korban dari sumber luka bakar kemudian mengatasi nyeri

Tindakan Terpenting adalah :

- Segera menghentikan paparan panas

- Mencegah meluas dan mendalamnya kerusakan jaringan kulit

- Mencegah dan mengatasi infeksi

- Mencegah perlengketan jari tangan/kaki

  • Matikan api dengan memutuskan hubungan (suplay) Oksigen dengan menutup tubuh penderita dengan selimut, handuk, seprai, karung, dll
  • Perhatikan Keadaan Umum penderita
  • Evaluasi ABC
  • Tentukan derajat berat dan luas luka bakar
  • Pendinginan:
    1. Hentikan proses luka bakarnya. Alirkan air dingin pada bagian yang terkena. Bila ada bahan kimia alirkan air terus menerus sekurang-kurangnya selama 20 menit.
    2. Buka pakaian penderita
    3. Jangan mengelupas bagian yang melepuh
    4. Upayakan penderita senyaman mungkin
    5. Berikan minum sebanyak mungkin
  • Mencegah infeksi:

Luka ditutup dengan perban/ kain kering bersih yang tidak dapat melekat pada luka, jangan memecahkan gelembungnya. Bila yang terbakar adalah jari-jari maka balut masing-masing jari tersendiri

· Penderita ditutup kain bersih

· Jangan beri zat yang tidak larut dalam air seperti: mentega, menyak, kecap, pasta gigi,telor, dll ( Hal ini hanya akan memperparah luka )

· Rujuk

BANTUAN HIDUP DASAR – Basic Life Support -

leave a comment »

BANTUAN HIDUP DASAR

- Basic Life Support -

Keadaan darurat yang mengancam nyawa bisa terjadi sewaktu-waktu dan di mana pun. Kondisi ini memerlukan bantuan hidup dasar. Bantuan hidup dasar adalah usaha untuk mempertahankan kehidupan saat penderita mengalami keadaan yang mengancam nyawa.

Melakukan bantuan ini kita tidak mempergunakan cairan, obat ataupun terapi kejut listrik. Bantuan Hidup Dasar atau yang disingkat BHD ini harus dapat dipahami dan dilaksanakan oleh seluruh lapisan masyarakat dan tidak terbatas kepada petugas paramedik atau tim medis.

Ketika melaksanakan BHD ini kita berpacu dengan waktu, sebab korban yang akan kita tolong dalam keadaan terancam nyawanya. Oleh karena itu, pertolongan pertama yang dilakukan oleh penolong yang pertama kali melihat korban sangat dibutuhkan sebelum paramedis atau tim medis tiba di lapangan.

Jadi, jangan lagi beranggapan bahwa dalam melakukan pertolongan kita berprinsip bagaimana caranya membawa korban segera ke RS, tetapi bagaimana caranya kita mempertahankan jiwa korban tersebut sampai bantuan lebih lanjut datang.

Waktu sangat penting dalam melakukan bantuan hidup dasar. Otak dan jantung bila tidak mendapat oksigen lebih dari 6 – 10 menit akan mengalami kematian, sehingga korban tersebut dapat mati.

Bantuan Hidup Dasar merupakan beberapa cara sederhana yang dapat mempertahankan hidup seseorang untuk sementara. Intinya adalah bagaimana menguasai dan membebaskan jalan napas, bagaimana membantu mengalirkan darah ke tempat yang penting dalam tubuh, sehingga pasokan oksigen ke otak terjaga untuk mencegah terjadinya kematian sel otak.

Pengertian mati klinis dan mati biologis

Ø Mati klinis :

Tidak ditemukan adanya pernapasan dan denyut nadi, bersifat reversibel, penderita punya kesempatan waktu 4-6 menit untuk dilakukan resusitasi tanpa kerusakan otak.

Ø Mati biologis :

Biasanya terjadi dalam waktu 8-10 menit dari henti jantung, dimulai dengan kematian sel otak, bersifat irreversibel. ( kecuali berada di suhu yang ekstrim dingin, pernah dilaporkan melakukan resusitasi selama 1 jam/ lebih dan berhasil ).

Ø Tanda-tanda pasti mati :

a. Lebam mayat

b. Kaku mayat

c. Pembusukan

d. Tanda lainnya : cedera mematikan.

PELAKSANAAN

Komponen BLS ( Basic Life Support )

a. D (Danger) : Electricity, Traffic, Falling objects, and Chemicals

b. R (Respone) : Suara dan nyeri

c. S (Shout for help)

d. A (Airway Control) : penguasan jalan napas

e. B (Breathing Support) : bantuan pernapasan

f. C (Circulatory Suport) : bantuan sirkulasi (pijatan jantung luar) dan menghentikan perdarahan besar.

Cara memeriksa napas

· Dengan cara LDR ( lihat, dengar, rasakan ) selama 3-5 detik.

o LOOKing for chest and/or abdominal movement,

o LISTENing for breath sounds and

o FEELing for breath,

Penyebab utama sumbatan jalan nafas

  • Lidah
  • Benda asing

Membersihkan jalan napas

  • Reposisi
  • Sapuan jari

Cara membuka jalan napas

  • Teknik angkat dagu-tekan dahi (bila tidak ada trauma kepala,leher, tulang belakang).
  • Perasat pendorongan rahang bawah (jaw thrust maneuver) Untuk kasus trauma leher

Jaw thrust manuever

Teknik bantuan pernapasan

  • Mouth to mouth ventilation ( 12 kali / menit ) dengan Head tilt and chin lift Maneuver or Jaw Thrust Maneuver
  • Chest compression / Resusitasi Jantung Paru (dengan kedalam 1 1/2 – 2 inci dinding dada) dengan frekwensi 30 : 2 ( 30 tekanan dada dan 2 bantuan nafas efektif )

Perhatikan tangan ada jari-jari yang digunakan untuk menutup hidung.

satu penolong dua penolng

Berikut tabel urutan langkah dalam melakukan BHD

Hal Yang Perlu Dicermati

  • Panggil bantuan

- Warga Sekitar

- Ambulan dan tenaga medis

- Polisi ( bila memang diperlukan )

  • Perkecil Resiko terjadinya kecelakaan susulan à Jauhkan dari penyebab terjadinya kecelakaan

- Kecelakaan lalu lintas

– Perkecil resiko terjadinya kebakaran dengan mematikan stater / kunci kontak.

– Memasang segitiga pengaman atau tunjuk beberapa orang untuk mengatur lalu lintas.

- Kebakaran

- Sengatan listrik

- Gigitan binatang

- Tenggelam

  • Urutan Kejadian ; Bagaimana Kecelakaan Terjadi?, Tanyakan pada korban dan saksi mata .
  • Gejala; Dengar baik-baik segala ucapan korban, apakah ia merasa sakit? Lihat secara jelas, bagian tubuh mana yang mengalami pendarahan? Dapatkah digerakkan ?
  • Tanda-Tanda; Periksa korban dari ujung kepala hingga kaki dengan cermat, bandingkan ke dua sisi badan korban. Adakah kejanggalan yang terlihat atau teraba?
  • Catat dan ingat semua informasi yang didapat untuk selanjutnya diberikan kepada tim medis.

Bahaya bagi penolong dalam pemberian napas dari mulut ke mulut

  • Penyebaran penyakit
  • Kontaminasi bahan kimia
  • Muntahan penderita

Kesalahan pada RJP dan akibatnya

KESALAHAN

AKIBAT

Penderita tdk berbaring pd bidang keras

PJL kurang efektif

Penderita tidak horisontal

Bila kepala lbh tinggi, darah yg ke otak berkurang

Tekan dahi angkat dagu, kurang baik

Jalan napas terganggu

Kebocoran saat melakukan napas buatan

Napas buatan tidak efektif

Lubang hidung kurang tertutup rapat dan mulut penderita kurang terbuka saat pernapasan buatan

Napas buatan tidak efektif

Tekanan terlalu dalam/ terlalu cepat

Patah tulang, luka dalam paru-paru

Rasio PJL dan napas buatan tidak baik

Oksigenasi darah kurang

Keadaan dimana tindakan RJP di hentikan

  • Penderita pulih kembali
  • Penolong kelelahan
  • Diambil alih oleh tenaga yang sama atau yang lebih terlatih
  • Jika ada tanda pasti mati

Macam komplikasi yang dapat terjadi pada RJP

  • Patah tulang dada/ iga
  • Bocornya paru-paru ( pneumothorak)
  • Perdarahan dalam paru-paru/ rongga dada ( hemothorak )
  • Luka dan memar pada paru-paru
  • Robekan pada hati
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.