Posts Tagged ‘senyuman’
Makna Sebuah Senyuman !
Silahkan simak kisah berikut, kisah ini saya dapatkan dari forwad email teman dekat saya sdri.Lani ( Thanks for ur attention )
Wajib Baca deh !!!!
Saya adalah ibu dari tiga orang anak dan baru saja menyelesaikan kuliah saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah Sosiologi.
Sang Dosen sangat inspiratif, dengan kualitas yang saya harapkan setiap orang memilikinya.
Tugas terakhir yang diberikan ke para siswanya diberi nama “Smiling.”
Seluruh siswa diminta untuk pergi ke luar dan memberikan senyumnya kepada tiga orang asing yang ditemuinya dan mendokumentasikan reaksi mereka. Setelah itu setiap siswa diminta untuk mempresentasikan di depan kelas. Saya adalah seorang yang periang, mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap orang. Jadi, saya pikir, tugas ini sangatlah mudah.
Setelah menerima tugas tsb, saya bergegas menemui suami saya dan anak bungsu saya yang menunggu di taman di halaman kampus, untuk pergi kerestoran McDonald’s yang berada di sekitar kampus. Pagi itu udaranya sangat dingin dan kering. Sewaktu suami saya akan masuk dalam antrian, saya menyela dan meminta agar dia saja yang menemani si Bungsu sambil mencari tempat duduk yang masih kosong.
Ketika saya sedang dalam antrian, menunggu untuk dilayani, mendadak setiap orang di sekitar kami bergerak menyingkir, dan bahkan orang yang semula antri dibelakang saya ikut menyingkir keluar dari antrian.
Suatu perasaan panik menguasai diri saya, ketika berbalik dan melihat mengapa mereka semua pada menyingkir ? Saat berbalik itulah saya membaui suatu “bau badan kotor” yang cukup menyengat, ternyata tepat dibelakang saya berdiri dua orang lelaki tunawisma yang sangat dekil !
Saya bingung, dan tidak mampu bergerak sama sekali.
Ketika saya menunduk, tanpa sengaja mata saya menatap laki-laki yang lebih pendek, yang berdiri lebih dekat dengan saya, dan ia sedang “tersenyum” kearah saya. Lelaki ini bermata biru, sorot matanya tajam, tapi juga memancarkan kasih sayang. Ia menatap kearah saya, seolah ia meminta agar saya dapat menerima ‘kehadirannya’ ditempat itu. Ia menyapa “Good day!” sambil tetap tersenyum dan sembari menghitung beberapa koin yang disiapkan untuk membayar makanan yang akan dipesan.
Secara spontan saya membalas senyumnya, dan seketika teringat oleh saya ‘tugas’ yang diberikan oleh dosen saya. Lelaki kedua sedang memainkan tangannya dengan gerakan aneh berdiri di belakang temannya. Saya segera menyadari bahwa lelaki kedua itu menderita defisiensi mental, dan lelaki dengan mata biru itu adalah “penolong”nya. Saya merasa sangat prihatin setelah mengetahui bahwa ternyata dalam antrian itu kini hanya tinggal saya bersama mereka,dan kami bertiga tiba2 saja sudah sampai di depan counter.
Ketika wanita muda di counter menanyakan kepada saya apa yang ingin saya pesan, saya persilahkan kedua lelaki ini untuk memesan duluan.
Lelaki bermata biru segera memesan “Kopi saja, satu cangkir Nona.” Ternyata dari koin yang terkumpul hanya itulah yang mampu dibeli oleh mereka (sudah menjadi aturan direstoran disini, jika ingin duduk di dalam restoran dan menghangatkan tubuh, maka orang harus membeli sesuatu). Dan tampaknya kedua orang ini hanya ingin menghangatkan badan.
Tiba2 saja saya diserang oleh rasa iba yang membuat saya sempat terpaku beberapa saat, sambil mata saya mengikuti langkah mereka mencari tempat duduk yang jauh terpisah dari tamu2 lainnya, yang hampir semuanya sedang mengamati mereka. Pada saat yang bersamaan, saya baru menyadari bahwa saat itu semua mata di restoran itu juga sedang tertuju ke diri saya, dan pasti juga melihat semua ‘tindakan’ saya.
Saya baru tersadar setelah petugas di counter itu menyapa saya untuk ketiga kalinya menanyakan apa yang ingin saya pesan. Saya tersenyum dan minta diberikan dua paket makan pagi (diluar pesanan saya) dalam nampan terpisah.
Setelah membayar semua pesanan, saya minta bantuan petugas lain yang ada di counter itu untuk mengantarkan nampan pesanan saya ke meja/tempat duduk suami dan anak saya. Sementara saya membawa nampan lainnya berjalan melingkari sudut kearah meja yang telah dipilih kedua lelaki itu untuk beristirahat. Saya letakkan nampan berisi makanan itu di atas mejanya, dan meletakkan tangan saya di atas punggung telapaktangan dingin lelaki bemata biru itu, sambil saya berucap “makanan ini telah saya pesan untuk kalian berdua.”
Kembali mata biru itu menatap dalam ke arah saya, kini mata itu mulai basah ber-kaca2 dan dia hanya mampu berkata “Terima kasih banyak, nyonya.” Saya mencoba tetap menguasai diri saya, sambil menepuk bahunya saya berkata “Sesungguhnya bukan saya yang melakukan ini untuk kalian, Tuhan juga berada di sekitar sini dan telah membisikkan sesuatu ke telinga saya untuk menyampaikan makanan ini kepada kalian.” Mendengar ucapan saya, si Mata Biru tidak kuasa menahan haru dan memeluk lelaki kedua sambil terisak-isak. Saat itu ingin sekali saya merengkuh kedua lelaki itu.
Saya sudah tidak dapat menahan tangis ketika saya berjalan meninggalkan mereka dan bergabung dengan suami dan anak saya, yang tidak jauh dari tempat duduk mereka. Ketika saya duduk suami saya mencoba meredakan tangis saya sambil tersenyum dan berkata “Sekarang saya tahu, kenapa Allah swt mengirimkan dirimu menjadi istriku, yang pasti, untuk memberikan ‘keteduhan’ bagi diriku dan anak-2ku! ” Kami saling berpegangan tangan beberapa saat dan saat itu kami benar2 bersyukur dan menyadari, bahwa hanya karena ‘bisikanNYA’ lah kami telah mampu memanfaatkan ‘kesempatan’ untuk dapat berbuat sesuatu bagi orang lain yang sedang sangat membutuhkan.
Ketika kami sedang menyantap makanan, dimulai dari tamu yang akan meninggalkan restoran dan disusul oleh beberapa tamu lainnya, mereka satu persatu menghampiri meja kami, untuk sekedar ingin ‘berjabat tangan’ dengan kami. Salah satu diantaranya, seorang bapak, memegangi tangan saya, dan berucap “Tanganmu ini telah memberikan pelajaran yang mahal bagi kami semua yang berada disini, jika suatu saat saya diberi kesempatan oleh Allah, saya akan lakukan seperti yang telah kamu contohkan tadi kepada kami.”
Saya hanya bisa berucap “terima kasih” sambil tersenyum. Sebelum beranjak meninggalkan restoran saya sempatkan untuk melihat kearah kedua lelaki itu, dan seolah ada ‘magnit’ yang menghubungkan bathin kami, mereka langsung menoleh kearah kami sambil tersenyum, lalu melambai-2kan tangannya kearah kami. Dalam perjalanan pulang saya merenungkan kembali apa yang telah saya lakukan terhadap kedua orang tunawisma tadi, itu benar2 ‘tindakan’ yang tidak pernah terpikir oleh saya.
Pengalaman hari itu menunjukkan kepada saya betapa ‘kasih sayang’ Allah itu sangat HANGAT dan INDAH sekali!
Saya kembali ke college, pada hari terakhir kuliah dengan ‘cerita’ ini ditangan saya. Saya menyerahkan ‘paper’ saya kepada dosen saya. Dan keesokan harinya, sebelum memulai kuliahnya saya dipanggil dosen saya ke depan kelas, ia melihat kepada saya dan berkata, “Bolehkah saya membagikan ceritamu ini kepada yang lain?” dengan senang hati saya mengiyakan. Ketika akan memulai kuliahnya dia meminta perhatian dari kelas untuk membacakan paper saya. Ia mulai membaca, para siswa pun mendengarkan dengan seksama cerita sang dosen, dan ruangan kuliah menjadi sunyi. Dengan cara dan gaya yang dimiliki sang dosen dalam membawakan ceritanya, membuat para siswa yang hadir di ruang kuliah itu seolah ikut melihat bagaimana sesungguhnya kejadian itu berlangsung, sehingga para siswi yang duduk dideretan belakang didekat saya diantaranya datang memeluk saya untuk mengungkapkan perasaan harunya.
Diakhir pembacaan paper tersebut, sang dosen sengaja menutup ceritanya dengan mengutip salah satu kalimat yang saya tulis diakhir paper saya.
“Tersenyumlah dengan ‘HATImu’, dan kau akan mengetahui betapa ‘dahsyat’ dampak yang ditimbulkan oleh senyummu itu.”
Dengan cara-Nya sendiri, Allah telah ‘menggunakan’ diri saya untuk menyentuh orang-orang yang ada di McDonald’s, suamiku, anakku, guruku, dan setiap siswa yang menghadiri kuliah di malam terakhir saya sebagai mahasiswi. Saya lulus dengan 1 pelajaran terbesar yang tidak pernah saya dapatkan di bangku kuliah manapun, yaitu: “PENERIMAAN TANPA SYARAT.”
Banyak cerita tentang kasih sayang yang ditulis untuk bisa diresapi oleh para pembacanya, namun bagi siapa saja yang sempat membaca dan memaknai cerita ini diharapkan dapat mengambil pelajaran bagaimana cara :
“MENCINTAI SESAMA, DENGAN MEMANFAATKAN SEDIKIT HARTA-BENDA YANG KITA MILIKI, dan bukannya MENCINTAI HARTA-BENDA YANG BUKAN MILIK KITA, DENGAN MEMANFAATKAN SESAMA!”
Jika anda berpikir bahwa cerita ini telah menyentuh hati anda, Teruskan cerita ini kepada orang2 terdekat anda. Disini ada ‘malaikat’ yang akan menyertai anda, agar setidaknya orang yang membaca cerita ini akan tergerak hatinya untuk bisa berbuat sesuatu (sekecil apapun) bagi sesama yang sedang membutuhkan uluran tangannya!
Orang bijak mengatakan: Banyak orang yang datang dan pergi dari kehidupanmu, tetapi hanya ‘sahabat yang bijak’ yang akan meninggalkan JEJAK di dalam hatimu.
Untuk berinteraksi dengan dirimu, gunakan nalarmu.
Tetapi untuk berinteraksi dengan orang lain, gunakan HATImu!
Orang yang kehilangan uang, akan kehilangan banyak, orang yang kehilangan teman, akan kehilangan lebih banyak!
Tapi orang yang kehilangan keyakinan, akan kehilangan semuanya!
Allah menjamin akan memberikan kepada setiap hewan makanan bagi mereka, tetapi Allah tidak melemparkan makanan itu ke dalam sarang mereka, hewan itu tetap harus BERIKHTIAR untuk bisa mendapatkannya.
Orang-orang muda yang ‘cantik’ adalah hasil kerja alam, tetapi orang-orang tua yang ‘cantik’ adalah hasil karya seni. Belajarlah dari PENGALAMAN MEREKA, karena engkau tidak dapat hidup cukup lama untuk bisa mendapatkan semua itu dari pengalaman dirimu sendiri.
Credit : forwad email from Lani_Hikaru
Kado-kado terindah..( i’ve got something 4 u ) ..;)
Heuheuh.. nyadar ga nyadar kita pasti pernah kepikiran buat ngasih kado or something surprice maybe, ke seseorang yang menurut kita special. Ya entah itu pacar, sahabat, kakak, ade, ato sapa aja lah.
Tapi menurut saya, sebenernya ada beberapa aneka kado yang mungkin bisa dibilang kita ga usah ngeluarin duit sepeserpun (serupiah kali yah…) buat ngasih kado ini.
Soalnya aneka kado ini ga dijual di toko, pasar, celebrate, rumah bagus, ato de grow ( hehehe.. ) Tapi enaknya kita bisa menghadiahkannya setiap saat, dan ga perlu membeli !
Tapi bagaaimanapun juga kalo kita bisa mengartikan segala sesuatu dengan sebuah makna bukan dengan sebuah harga, kado-kado ini adalah hadiah terindah dan tak ternilai harganya bagi orang-orang yang kita sayangi.
Yupz…. that’s right !!!
Pertama – KEHADIRAN
Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak ternilai harganya. Emang seh.. kita bisa juga hadir dihadapannya lewat sms, telepon, chat, cam, foto atau email. Tapi dengan kita berada disampingnya. Kita dan dia dapat berbagi perasaan, perhatian , dan kasih sayang secara lebih utuh dan apa yah…yah.. intensiflah…
Makanya kualitas kehadiran juga gua rasa penting banget.
Mari kita jadikan kehadiran kita sebagai pembawa kebahagian untuk orang yang menurut kita special.
Kedua – MENDENGAR
Yah, seengganya sedikit orang yang bisa ngasih kado ini, why? soalnya kebanyakan orang lebih suka didengarkan, ketimbang mendengarkan.
Nyadar ga nyadar keharmonisan / keutuhan hubungan antar manusia sangat ditentuin oleh kesediaan saling mendengarkan.
Berikanlah kado ini untuknya. Dengan mencurahkan perhatian pada setiap ucapannya, secara tak langsung kita juga telah numbuhin kesabaran dan kerendahan hati.
Untuk bisa mendengar dengan baik, pastikan kita dalam keadaan benar-benar relaks dan bisa menangkap utuh apa yang disampaikan.
Tatap wajahnya. Tidak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarin dia untuk menuntaskannya. Soalnya ini memudahin kita untuk memberikan tanggapan yang tepat setelah itu. Tidak harus berupa diskusi atau penilaian. Sekedar ucapan terima kasihpun akan terdengar manis baginya.
Ketiga – D I A M
Saya pernah baca suatu tulisan ” di dalam diam juga ada kekuatan ”
Nyadar ga kalo sebenrnya perlakuan diam itu bisa dipake untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang. Nyadar gak ?
Tapi lebih dari segalanya itu, Diam juga bisa nunjukin kecintaan kita pada seseorang karena memberinya “ruang”. Terlebih jika sehari-hari kita udah terbiasa suka menasihati, mengatur, mengkritik bahkan mengomel.
Keempat – KEBEBASAN
Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak penuh untuk bisa memiliki atau mengatur kehidupan orang yang bersangkutan.
Bisakah kita mengaku mencintai seseorang, jika kita selalu mengekangnya?
Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta. (hohoho…)
Makna kebebasan bukanlah hanya, “Kau bebas berbuat semaumu.” Tapi lebih dalam lagi dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan.
Kelima – KEINDAHAN
Siapa yang ga bahagia, jika orang yang disayangi tiba-tiba tampil lebih ganteng atau cantik ?
Menjadikan penampilan kita sebaik mungkin, juga bisa merupakan kado lho… Bahkan ga salah juga kalo kita mengkadokannya tiap hari ! :p
Selain keindahan penampilan pribadi, kita pun bisa menghadiahkan keindahan suasana di mobilnya dia. Ato suasana tempat saat kita makan bareng.. ( berarti kita harus prepare dulu buat kongkalikong ma pegawai cafenya..)
So..everywhere..everytime…let’s made more of charm nd good looking
Keenam – TANGGAPAN POSITIF
Tanpa sadar, sering kita memberikan penilaian negatif kepada pikiran, sikap atau tindakan orang yang kita sayangi. Seolah-olah ga ada yang bener dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya pada kita.
Makanya untuk kali ini coba hadiahin tanggapan positif.
Lakuin dengan jelas dan tulus.
Cobalah kita inget, berapa kali dalam seminggu terakhir kita ngucapin terima kasih atas segala hal yang dilakuinnya demi kita ?
Terus inget-inget juga, pernah ga seh kita memujinya ?
Nyadar ga nyadar, sebenrnya kedua hal itu, ya.. ucapan terima kasih dan pujian (dan juga permintaan maaf ), merupakan kado cinta yang sering terlupakan…;)
Ketujuh – KESEDIAAN MENGALAH
Ga semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran. Apalagi kalo sampe cekcok berat yang hanya buang-buang tenaga.
Kalo bisa seh kita harus pertimbangin setiap yang kita buat. Apa iya cuman gara-gara masalah spele, hubungan kita berakhir mpe sini. Nah, kalo emank kita bisa ngelakuin yang baik, berati kita udah bisa ngasih hadiah..”kesediaan mengalah”.
Nyadar ga nyadar lagi neh… kalo kesediaan untuk mengalah tuh bisa ngelunturin rasa sakit hati dan mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini.
Kedelapan - SENYUMAN
Percaya atau ngga.., kekuatan senyuman itu sangat luar biasa.
Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair hubungan yang beku (halah…) ,pemberi semangat dalam keputus asaan. Pencerah suasana muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah…( yyu’ )
Senyuman juga merupakan isyarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliling kita.
So.. Kapan terakhir kali kita menghadiahkan senyuman manis pada orang yang kita kasihi ??








![[explored #7] [explored #7]](http://static.flickr.com/8027/7280513748_d23115c0d8_t.jpg)

