And now , Bring me that horizon …

Lets start the new adventure !

Benarkah menikah didasari oleh kecocokan?

leave a comment »

Benarkah menikah didasari oleh kecocokan? Kalau dua-duanya doyan musik, berarti predikat sukses bisa tercapai..

Berbeda dengan sepasang sandal yang hanya punya spek kiri dan kanan, menikah adalah persatuan dua manusia, pria dan wanita Dari anatomi saja sudah tidak sebangun, apalagi urusan jiwa dan hatinya. Kecocokan minat dan latar belakang keluarga bukan jaminan segalanya akan lancar.. Lalu apa?

Menikah adalah proses pendewasaan, dan untuk memasukinya diperlukan pelaku yang kuat dan berani. Berani menghadapi masalah yang akan terjadi dan punya
kekuatan untuk menemukan jalan keluarnya. Kedengarannya sih indah, tapi kenyataannya?

Harus ada komunikasi dua arah, ada kerelaan mendengar kritik, ada keikhlasan meminta maaf, ada ketulusan melupakan kesalahan, dan keberanian untuk mengemukakan pendapat.

Sekali lagi menikah bukanlah upacara yang diramaikan gending cinta, bukan rancangan gaun pengantin ala cinderella, apalagi rangkaian mobil undangan
yang memacetkan jalan

Menikah adalah berani memutuskan untuk berlabuh, ketika ribuan kapal pesiar
yang gemerlap memanggil-manggil

Menikah adalah proses penggabungan dua orang berkepala batu dalam satu ruangan dimana ciuman, pelukan, dan hubungan cinta yang berkepanjangan hanyalah bunga.

Masalahnya bukanlah menikah dengan anak siapa, yang hartanya berapa, bukanlah rangkaian bunga mawar yang jumlahnya ratusan, bukanlah perencanaan berbulan-bulan yang akhirnya membuat keluarga saling tersinggung, apalagi kegemaran minum kopi yang sama…

Menikah adalah proses pengenalan diri sendiri maupun pasangan anda. Tanpa mengenali diri sendiri, bagaimana anda bisa memahami orang lain…
Tanpa bisa memperhatikan diri sendiri, bagaimana anda bisa memperhatikan
pasangan hidup ?

Menikah sangat membutuhkan keberanian tingkat tinggi, toleransi sedalam samudra, serta jiwa besar untuk menerima dan memaafkan.

Written by rido284

June 4, 2010 at 5:42 pm

Posted in Uncategorized

Tagged with ,

Presiden Non-Muslim, Mungkinkah ?

leave a comment »

Hmm..

Baru saja tadi saya menyaksikan acara Debat di TVOne yang mempertemukan antara para pembela islam (apalah itu namanya) dengan para cendikiawan dari universitas islam dan pendeta.

Saya bingung, kenapa juga TV One berani mengangkat materi ini ke permukaan ? Apa hanya karena mengejar rating dan untung semata, redaksi Debat TV One rela memunculkan masalah baru ke permukaan ?

Presiden Non-Muslim, Mungkinkah ?

Sungguh pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban. Sudah pasti jawabannya MUNGKIN !

Ini Indonesia bung ! Suatu negara yang berlandaskan Pancasila, bukan berlandaskan Islam.  So, What’s a fu**in problem ?

Acara tersebut hanyalah akan menyulut sumbu ketegangan antara umat islam dan non-islam. Keadaan hanya akan semakin parah. Mengapa ? Karena yang tadinya tidak ada masalah, malah jadi timbul masalah. Siapa pula yang bilang orang non-islam tidak boleh jadi presiden? Sehingga sangat mungkin orang non-islam jadi presiden. Namun, memang belum saja ada presiden dari non-islam yang jadi presiden. Partainya juga ada, jadi kenapa harus menanyakan kemungkinan ? Sama saja dengan mempertanyakan mungkinkah pendangdut jadi presiden ?

GA PENTING BANGET KAN Untuk diperdebatkan !!!!

Untuk materi yang satu ini, saya memberikan jempol ke bawah kepada redaksi TV One.

Apakah redaksi memepertimbangakan hal-hal yang akan terjadi setelah acara tersebut di putar ? Apalagi melihat pendapat-pendapat yang bertaburan di sana, sungguh mengundang pro dan kontra antara islam dan non-islam, dan sangat disayangkan sekali bagi pihak dari pembela islam (pembicara kedua) kurang sopan dalam memberikan pendapatnya. Seolah-olah pembela islam itu beserta para pendukungnya mengolok-olok pendeta yang ada. Mungkin secara tidak langsung, tapi saya dapat merasakannya. Hanya kritik saja, jika kita berbicara dengan lawan kita, sedangkan kita tahu lawan kita itu adalah bukan islam, maka tidak usah memberikan istilah-istilah islam yang sudah pasti pendeta tidak mengetahuinya. Parahnya, ketika pendeta menanyakan arti dari istilah itu, pendukung pembela islam malah mensoraki pendeta itu.  I was said ” Cape deehhh….” ya iyaaaa lhaa, mana ada pendeta tau tentang Ijtima para ulama ? . Liat siapa lawan bicara Anda, jangan sampai hanya karena ingin terlihat pinter dengan menggunkan istilah-istilah asing, malah akan jadi bumerang bagi anda. Sepeti halnya dokter yang berbicara dengan Anda, tapi dokter menggunakan istilah-istilah kedokteran, apakah Anda bisa terima ? Yang ada juga anda pasti bingung.

Beretika dikit dong ! Jangan bikin malu Islam ! Kalau anda tidak tahu etika berdebat, ga usah berdebat, apalagi ampe  berani muncul di acara Debat TV One.

Kita kembali ke permasalahan.

Jadi intinya, menurut hemat saya, materi ini sangat tidak perlu untuk diangkat ke permukaan, apalagi sampai di perdebatkan di acara televisi. Hal ini hanya akan menimbulkan isu baru di kalangan kita.

Perkara yang sudah pasti adanya, jangan dibuat menjadi suatu ketidakpastian. Presiden dari kubu non-islam itu sudah pasti mungkin, karena sekali lagi, kita bukan negara islam, jadi tidak perlu kita buang-buang tenaga dan waktu untuk memperdebatkannya.

Akhirnya saya hanya bisa tersenyum sinis mendengar kata-kata pendeta tersebut ” saya lihat di kubu anda saja sudah terjadi perbedaan pandapat mengenai masalah ini, padahal yang pro juga orang islam, yang kontra juga orang islam

Nah lho ! Senjata makan tuan kan ! Jadi aja kita di nilai ancur oleh mereka. Di kubu Islam sendiri aja ada yang pro dan kontra dengan masalah ini.

Ancurr…Ancur…

Untuk redaksi TV One, mohon lebih selektif lagi dalam memilih materi yang akan diperdebatkan, jangan hanya mengejar untung dan rating semata, Anda harus mengorbankan hubungan antara umat beragama.

Sekali lagi, pertanyaan di atas sebenarnya tidak membutuhkan jawaban !

Jadi kenapa harus di pertanyakan !

Cape deeh…

Cara cancel shutdown !

leave a comment »

Kadang-kadang Klo lupa ada yang belum ke copy ke flasdisk tapi Kompi dah running shut down? Nih antisipasinya, disiapin sebelum kompi di matiin yach!

1. Klik kanan pada destkop kemudian pilih new -> shorcut
2. Ketikkan shutdown.exe -a -t 00
3. Langkah terakhir klik shorcut tadi klo dibutuhin buat cancel shutdown

own

Credit : komunitas barudak de-a

Written by rido284

February 27, 2009 at 10:06 am

Yang aneh dari Google !

leave a comment »

1. Ketik alamat Google

2. Klik “gambar”

3. Isi dengan kata seperti “sepeda, bunga, mobil dll” deh terserah kalian.

4. Google akan menampilkan banyak gambar dalam bentuk thumbnail.

5. Sekarang delet alamat URL di addressbar

6. Copy script dibawah ini dan paste -kan ke dalam adressbar :

javascript:R= 0; x1=.1; y1=.05; x2=.25; y2=.24; x3=1.6; y3=.24; x4=300; y4=200; x5=300; y5=200; DI= document.images ; DIL=DI.length; function A(){for(i=0; i<DIL; i++){DIS=DI[ i ].style; DIS.position=’absolute’; DIS.left=Math. sin(R*x1+ i*x2+x3)* x4+x5; DIS.top=Math. cos(R*y1+ i*y2+y3)* y4+y5}R++ }setInterval(‘A()’,5); void(0)

7. Awesome !!!


untitled

Credit : komunitas barudak de-a

Written by rido284

February 27, 2009 at 9:55 am

Saatnya Kita Membuka Mata !

leave a comment »

mata

Panas rasanya telinga dan mata saya melihat kabar di sana-sini tentang pemboikotan segala hal yang menyangkut Yahudi.

Mungkin pembaca juga sering melihat ratusan link yang berisi ajakan untuk stop produk-produk yahudi. Di facebook saja sampai dibuat groupnya untuk memerangi produk-produk yahudi. Ironisnya, Facebook itu sendiri produk Yahudi ! Hmmm…

Namun yang menjadi pertanyaan penulis sekarang, apakah mereka benar-benar memerangi produk yahudi ?

Ketika saya masuk ke sebuah situs yang memaparkan produk-produk buatan bangsa Yahudi, rasanya kita semua belum bisa untuk menolak mentah-mentah produk-produk mereka. Bayangkan saja, dari mulai alat kesehatan, pendidikan, makanan, perawatan bayi, dan kebutuhan kita sehari-hari, semuanya produk Yahudi. Lebihnya lagi, produk-produk tersebut adalah produk-produk dengan kualitas yang terjamin.

Mampukah ?

Lainnya, ada satu pertanyaan yang menggantung di pikiran saya saat ini. Apakah kita semua tahu mengenai sejarah Yahudi ? Dan apakah kita mengetahui lambang-lambang yang dibuat oleh Yahudi ?

Saya pernah membaca buku mengenai peradaban sejarah Yahudi. Faktanya, Yahudi telah membuat 1001 lambang, dan parahnya, lambang-lambang itu telah beredar di seluruh dunia, bahkan mungkin kita pun berada di dalam cakupannya. Coba saja pembaca cari di intenet mengenai lambang-lambang Yahudi, terdapat ratusan bahkan ribuan lambang-lambang mereka. Contoh kecilnya ; Huruf  “Psi”, huruf ke-23 dalam alfabet Yunani, yang saat ini digunakan lambang salah satu bidang keilmuan, pernah disebutkan bahwa lambang itu adalah bagian dari ribuan lambang yang dibuat oleh Yahudi.

Mengapa merka membuat begitu banyak lambang ?

Dalam Alquran pun disebutkan, bahwa kalangan Yahudi ini ingin menguasai seluruh dunia. Dan mereka menyatakan : ” Meskipun kami tidak bisa menguasi dunia, tapi dunia ini akan selalu menggunakan lambang-lambang kami ” .

Masalahnya sekarang, seolah-olah kita ini dengan berani mengumandangkan suara untuk menolak produk-produk Yahudi. Tapi dalam kehidupan nyatanya, kita ini sudah terbiasa menggunakan produk-produk mereka. Saya juga berani jamin, orang yang menggunakan jubah serba putih dan aksesoris lainnya yang katanya berasal dari Islam, mereka pasti menggunakan sabun atau sampo atau hp atau peralatan rumah tangga yang Yahudi buat. Saat ini pun saya menggunakan monitor, keyboard, motherboard, handphone, motor, sabun, shampoo, pasta gigi, sikat gigi, flash disk, dan barang lainnya yang katanya buatan Yahudi.

Yah, kita sudah terjebak dalam perangkap mereka. Lalu, apakah kita ingin keluar ? Coba saja kalau pembaca bisa !

Harus kita akui, produk-produk mereka selalu unggul dan menduduki peringkat kualitas yang bermutu tinggi.

Kemanakah bangsa Islam ? Tidurkah ? Terlena ? Sibuk dengan demo-demo ? Sibuk mengomentari sana-sini ?

Yah, kita sudah terbiasa memegang peran “user” dalam kehidupan sehari-hari. Parahnya, seakan-akan kita bangga dengan predikat ini. Orang sunda mengatakannya dengan ” Aya kahayang eweuh kadaek ” .

sleep

Atau jangan sampai timbul kesan  ” dipoyok tapi dilebok ” ( Kita hina, tapi Kita juga melakukannya ).

Bangkitlah Kawan !

Waktunya kita membuka mata !

Written by rido284

January 22, 2009 at 12:18 pm

“inilah aku!”

with 2 comments

Hmmm…

a

Pernahkan kalian membayangkannya ?


Tunggu dulu…!!!


Pada waktu benda-benda angkasa ini diperbandingkan..

aa

aaa

Kita menjadi sadar betapa kecilnya bumi dan kita para penghuninya..

Jagad raya yang sangat besar.


Bagaimana dengan yang di bawah ini ?

aaaa

Dalam skala ini bumi tidak kelihatan lagi, apalagi penghuninya ..

Begitupula selanjutnya…

aaaaa

Di sini matahari hanya sebesar debu!

Antares adalah bintang ke 15 yang paling terang di angkasa. Jaraknya lebih dari 1000 tahun cahaya dari bumi..

dan mungkin masih banyak lagi bintang di angkasa yang belum kita temukan yang jauh lebih besar dari Antares..

———————————————————————

Lalu . . .


Siapakah kita?


Apakah tujuan hidup kita?


Apa yang membuat hidup kita
berharga ?

Masihkah kita bisa menepuk dada & berkata “inilah aku!”…??


Credit : Berbagai sumber

Written by rido284

December 18, 2008 at 7:18 am

KOK, OBATNYA YANG ITU-ITU JUGA, DOK ?

with one comment

KOK, OBATNYA YANG ITU-ITU JUGA, DOK ?

Sebut saja Ibu Cantika yang bekerja pada sebuah perusahaan swasta hampir 5 tahun. Hampir tak pernah mau berobat pada dokter perusahaannya karena jera dan setengah tidak yakin. Jera karena lama sembuh dan kurang yakin karena Ibu ini berkesan obat yang diberikan itu-itu saja.

Keluhan yang sama muncul dari Nyonya Jelita, pegawai negri di sebuah departemen. Kalau tidak terpaksa, tak mau ia berobat ke poloklinik di kantornya. Selain obatnya sedikit, untuk semua pasein obatnya sama saja, katanya. Ia menganggap obatnya sama untuk semua penyakit.

Yang pilek obatnya yang kuning kecil. Yang gatal, itu juga. Yang eksim sama, huh, pokoknya kami enggan deh berobat ke sana..”

Tidak sedikit yang berobat di Puskesmas atau Balai Pengobatan mempunyai kesan seperti ini, termasuk yang mendapatkan pelayanan Askes bagi pegawai negri atau sejenisnya.

Benarkah Obatnya Sama ?

Obat dikelompokan dalam beberapa golongan. Secara umum terbagi-bagi dalam dua golongan. Obat untuk meredakan keluhan dan gejala atau simptomatik dan obat untuk membasmi penyebabnya.

drug-cocktail

Yang utama adalah obat yang membasmi penyebabnya. Obat untuk meredakan keluhan dan gejala hanyalah penyerta, yang tampaknya penyakit akan sembuh juga. Pemberian obat golongan ini hanya meringankan penderitaan pasein, dan cenderung tidak diberikan, jika tanpa obat itu keluhan dan gejala dapat diatasi sendiri.

Obat golongan simptomatik tidak lebih penting daripada golongan pembasmi penyebab penyakitnya. Tanpa obat jenis ini selain lebih ekonomis, tubuh juga tidak terlalu banyak menerima obat.

Misalnya saja batuk-batuk, merupakan suatu gejala. Penyebabnya harus dicari. Bisa infeksi saluran pernafasan, bisa juga kareana alergi, jika bukan karena ada asma. Jika hanya diberikan obat batuk sebagai obat simptomatik, mungkin batuknya akan reda selama minum obat, dan bangkit lagi setelah obatnya habis. Karena penyebab batuknya tidak dibasmi. Maka jangan heran kalau ada orang yang habis 2 botol obat batuk tapi batuknya ngga sembuh-sembuh.

Penggunaan obat golongan antibiotika untuk membasmi infeksi. Tanpa obat batuk, cukup antibiotika saja sesungguhnya batuknya dapat sembuh juga. Tapi selalu aja ada kasus pasein yang meminum obat antibiotik, namun tak sembuh juga. Hal ini bisa karena penyebab batuknya virus, atau alergi, atau kuman yang sudah kebal terhadap antibiotika yang pasein tersebut minum. Untuk lebih mengetahuinya biasanya dilakukan pembiakan dahak sekaligus tes resistensi untuk menguji jenis antibiotika yang masih mempan untuk memusnahkannya.

minum_obat

Obat simptomatik juga terbagi dalam beberapa golongan. Ada yang untuk meredakan nyeri dan demam ( analgetik-antipiretika ), ada juga yang untuk meredakan mulas, anti batuk, anti kejang, penurun tekanan darah serta berbagai pereda keluhan dan gejala lainnya.

Masuk akal jika yang sedang nyeri kepala dan yang sedang nyeri gigi atau nyeri haid mendapat obat yang sejenis, jika bukan obat yang sama. Walaupun kita tahu bahwa satu jenis obat dibuat oleh sekian banyak perusahaan farmasi. Untuk obat nyeri dan demam saja ada puluhan pilihan.

Obat pereda gatal termasuk golongan antihistaminika. Jenis obat ini bermacam-macam. Pemakainnya tidak berbeda. Untuk yang gatal-gatal, yang eksim, yang batuk-pilek juga, yang asma juga.

Karena di perusahaan dokternya hanya satu, dan persediaan obatnya juga tidak beragam seperti di apotik, sehingga pilihan obatnya memang hanya ada satu untuk setiap golongannya. Misalnya untuk anti demam dokter perusahaan hanya menyediakan obat panadol atau golongan obat yang mengandung parasetamol. Dengan demikian mereka yang nyeri kepala, flu, kurang enak badan, bisa jadi diberikan obat yang sama. Demikian pula jika pilihan antihistaminikanya hanya satu, pasein yang alergi dengan pasein yang pilek atau yang eksim, ya obatnya sama. Ini bukan berarti obat yang sama untuk segala penyakit. Tetapi karena banyak penyakit disertai gejala dan keluhan yang sama.

obat

Demikian pula persediaan obat di Puskesmas dan Balai Pengobatan. Variasi jenis obatnya terbatas, sehingga kemungkinan pasein menerima obat yang sama sangat besar, sekalipun penyakitnya berbeda.

Obat antibiotika memang banyak jenisnya. Tetapi yang disediakan dokter perusahaan, dokter poliklinik, atau dokter puskesmas, hanya beberapa jenis saja. Dan semua penyakit yang disebabkan oleh infeksi pasti memerlukan obat antibiotika. Jika pasein yang datang semuanya penyakit infeksi, maka obat antibiotikanya nyaris sama, walaupun infeksinya ada yang di perut atau gigi atau di saluran kemih, atau di saluran pernafasan.

Untuk menambah keyakinan pasein akan obat yang diberikan, dokter biasanya akan menambahkan variasi jenis obatnya. Untuk sejenis obat dipilih dari beberapa merk, sehingga bentuk dan warna obat yang fungsinya sama, berbeda-beda ragamnya. Karena perlu kita ketahui, keyakinan dalam berobat amat menetukan sembuh-tidaknya seorang pasein. Dan keyakinan obat tersebut dipengaruhi oleh kesan pasein terhadap obat yang diberikan. Obat yang dianggap pasein terlalu murah, sekalipun berkhasiat pada orang lain takkan menyembuhkannya. Demikian pula jika penampilan obat sendiri kurang meyakinkan serta diberikan oleh dokter yang sama kurang meyakinkannya. Karena semua itu merupakan bagian dari seni menyembuhkannnya. Oleh karena itu sekarang kita tahu, dunia dokter itu adalah ilmu dan seni.