And now , Bring me that horizon …

Lets start the new adventure !

Kenapa Friendster tidak akan membantu harapan romancemu ?

with one comment

Kenapa Friendster tidak akan membantu harapan romancemu ?

Ketika pertama kali muncul tiga tahun yang lalu, tidak seorangpun yang terpikir bahwa Friendster akan menjadi the next big thing dalam trend online romance atau dating, karena website yang seperti itu sudah terlalu berjamuran di internet.

Why should we be interested in another one?

Saya kurang tahu apa yang terjadi, tapi hanya diperlukan waktu 7 bulan setelah launching bagi Friendster untuk menjaring nyaris 2 juta user. Ini adalah pencapaian yang fantastis untuk sebuah service dan komunitas baru. Sekalipun dalam web-nya tidak secara spesifik menyebutkan tujuan dating dan sejenisnya, tapi otak dibalik semua itu, John Abrams, menyatakan dalam press conference bahwa Friendster ingin mengkomoditikan romance-dating via teman yang lebih lembut dan nyaman, yakni persahabatan. Saya pikir, secara bisnis makro ide tersebut sangat berhasil, mengingat sekarang website itu sudah menjadi standar pembicaraan umum dalam pergaulan kita sehari-hari. Tapi secara mikro, kita perlu menyelidiki apakah dibalik kemewahan fasilitas Friendster, memang ada banyak cinta yang bersemi dari setiap halaman jomblo-jomblo kesepian di sana?

Saya ingin kamu jujur menjawabnya. Sepanjang kamu ikut Friendster:

  • Berapa banyak cewek yang kamu kirim message / wink?
  • Berapa banyak yang membalas messagemu?
  • Berapa banyak yang memberi nomor telepon?
  • Berapa banyak yang akhirnya mau diajak ketemuan?

Kalau kamu seperti ribuan cowok lainnya, kamu pasti akan melihat angka yang semakin menurun dari setiap pertanyaan di atas.

Mungkin turunnya perlahan, seperti 10 – 8 – 4 – 1.

Mungkin juga menukik tajam, seperti 10 – 5 – 1 – 0.

Semua website dating dan friendship network menjanjikan kamu bisa menemukan cewek yang sesuai kamu mau. Sekalipun terasa muluk-muluk, itu tidak menghalangi semakin banyaknya web yang ikut-ikutan menawarkan hal yang sama, salah satu layanan yang paling hip dua tahun ini adalah Friendster.

Namun mereka hanya mampu bisa sebatas itu: mempertemukan kamu dengan si dia.


Guess what, sekedar-mempertemukan itu tidak cukup. Bahkan fasilitas MENGIRIM MESSAGE, MENGIRIM WINK, atau yang sejenisnya pun tidak cukup untuk memastikan kamu mendapat cewek yang kamu ingini. Coba kamu pikir, jika Message dan Wink mampu sukses membuka hubungan, mungkinkah Friendster memberikan fitur itu dengan cuma-cuma? No way! Mereka pasti akan memasang biaya membership khusus untuk itu.


Camkan baik-baik: Fakta bahwa Message dan Wink diberikan dengan gratis cukup mengimplikasikan bahwa kedua fitur itu TIDAK memiliki kekuatan seperti yang kamu bayangkan. Itu adalah harapan palsu.

Friendster, atau friendship/dating network lainnya, adalah solusi menyenangkan bagi cowok-cowok yang sulit dan takut memulai hubungan di dunia nyata. Kamu mungkin takut untuk mendekati cewek. Kamu mungkin takut ditolak. Kamu mungkin sulit untuk mencari bahan pembicaraan yang menarik. Kamu mungkin takut salah mengambil langkah sehingga si cewek jadi ill-feel padamu. Sulit ini, takut itu, sulit itu, takut ini… Itu sebabnya kamu, dan semua cowok lainnya, berlomba-lomba masuk dalam Friendster. Karena di dunia maya, kamu bisa terhindar dari rasa takut ditolak dan sebagainya. Dan mendekati cewek menjadi hal yang mudah, mereka hanya sejauh satu dua klik saja.

Listen carefully, jika kamu serba ketakutan dan sulit seperti itu, sehingga kamu masuk ke Friendster dan bermimpi mendapatkan cewek, kamu SEHARUSNYA MALU pada diri sendiri

Kamu memilih berburu cewek online, daripada mengolah kemampuan berbicara, memperbaiki gaya hidup, dan menambah jumlah sosialisasi?

Hei bung, menjalani hubungan dengan cewek bukanlah sesuatu yang layak dimiliki oleh cowok lemah seperti itu. Jika memang ada cewek yang berhasil kamu gaet via online, maka saya sangat prihatin dengan cewek tersebut, karena dia mendapatkan cowok yang sama sekali tidak bermutu.

Saya mau kamu mengerti hal ini: Mencari cewek lewat Friendster adalah hal yang menyedihkan. Kamu akan terus menjadi cowok yang ketakutan dan serba sulit sekalipun sudah memiliki cewek. Dan tinggal menunggu waktu bagi cewek itu menemukan kelemahanmu itu dan akhirnya mengajukan putus.

Cewek menginginkan cowok dominan, petualang, dan memiliki nilai kepribadian yang tinggi. Berburu cinta via Friendster sama sekali tidak mencerminkan hal-hal di atas. Itu sebabnya kamu jarang sekali, kalau bukan sama sekali tidak pernah, mendengar hubungan yang berhasil via layanan Friendster.

Jika kamu jomblo dan ingin menemukan cewek, kamu harus mematikan Friendster. In fact, kamu harus berada sejauh mungkin dari komputer! Keluar dari kamarmu, bergaul dengan banyak teman, lakukan sesuatu!

Saya banyak bertemu dengan cowok yang mengeluh dirinya tidak mampu berbicara asyik dengan cewek-cewek. Well, saya tidak mengerti bagaimana berburu di Friendster akan membuatmu jauh lebih baik! Kalaupun ada yang kesuksesan dalam Friendster, maka itu adalah kesuksesan kamu menjadi bulan-bulanan nasib, merasa diri jelek dan gagal karena semakin lama semakin sedikit cewek yang mau membalas emailmu, apalagi bersedia sampai ketemuan.

Alasan lain kenapa Friendster adalah racun bagi harapan romantikamu: – Masyarakat memiliki rasa tabu yang tinggi dengan persahabatan via internet. Kita sudah punya banyak cerita tentang penculikan, penipuan, perampokan, dsb.

Di detik pertama cewek melihat nama atau message darimu, dia akan langsung terbayang salah satu dari penjahat itu. Definitely not a good way to start. – Jika bukan bayangan kejahatan, maka bayangan lainnya tentang cowok online adalah tentang kutu komputer, anak game, dan om-om seks maniak. Ketiganya bukan image yang meningkatkan kemungkinan percintaanmu. – Jika tidak terlihat menarik secara fisik, kamu sudah pasti akan langsung masuk daftar cueknya. Kriteria fisik bukan hal terpenting bagi cewek, tapi karena kalian mengandalkan website, maka foto adalah satu-satunya alat dia untuk menilai kamu. – Kemungkinan cewek cakep mengirim message lebih dulu kepadamu sangat kecil. Kalaupun ada yang mengirim, biasanya itu adalah ABG yang bermasalah atau malah cewek jelek.

Kapan terakhir kali kamu terima message dari cewek yang persis selera kamu? – Penampilan foto selalu menipu. Adobe Photoshop adalah software yang cukup mudah dioperasikan oleh cewek. Belum lagi makin banyak cewek yang memakai foto artis-artis amatiran. – Cewek cakep memiliki banyak account. Kamu harus berputar-putar mencari account mana yang sebenarnya dipakai. – Cewek cakep terbiasa dengan tumpukan message dan wink setiap hari dari puluhan cowok kelaparan. Jangankan dibalas, dibaca pun tidak, karena mereka sudah tahu apa tujuan kamu. – Cewek cakep dalam Friendster adalah makhluk egois yang hidup dan makan dari penyembahan para cowok budak dan fans-nya. Jika kamu mengirim message, wink, atau add as friend, kamu hanya akan menambah tinggi ego tersebut. – Cewek cakep tidak akan tertarik dengan hubungan via online. Mereka sudah memiliki banyak teman cowok di dunia nyata, untuk apa menanggapi tawaran-tawaran dari dunia maya? – Waktu yang terlalu lama. Kamu harus menunggu setidaknya satu dua hari untuk mendapatkan balasannya. – Ilusi Harapan, Ilusi Upaya.

Kamu merasa seolah-olah berhasil mendapatkan cewek hanya dengan berhasil Add As Friend atau karena dia menjawab message pertamamu. Sekalipun dia tidak pernah membalas lagi kemudian, kamu tetap merasa sudah berhasil memulai sebuah hubungan. Menyedihkan. .. dan masih banyak lagi.

Saya ingat sebuah hasil survei menyebutkan persentase hubungan cinta yang bermula dari online hanya sebesar 3%! Itu berarti kira-kira 3 dari setiap 100 pasangan. Kamu mengharapkan angka sekecil itu berpihak padamu? Yang pasti John Abrams tidak ingin kamu tahu angka tersebut.

Saya tidak anti Friendster. Friendster jelas tempat yang menyenangkan untuk bermain-main dan mencari teman. Kita patut berterimakasih pada penciptanya. Tapi jika tujuanmu adalah mendapatkan cewek, DEMI TUHAN kamu harus BERHENTI mengudak-aduk di sana.

Ada puluhan dan ratusan cewek di yang kamu temui setiap harinya. Kamu bisa memilih cewek manapun, berapapun yang kamu mau, dan mereka akan berlomba-lomba mendapatkanmu. Tapi itu hanya bisa terjadi di dunia nyata. Petualangan itu hanya tersedia bagi cowok yang berani menemukan kelemahannya, mengakui ia butuh perubahan, dan segera memperbaiki kualitas hidup.

Itulah the only way and truth.

Friendster are for highschool boys.

You are not one, are you? Good.

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. alus dok uyy.. emang real kenyataan, lalaki nu neangan awewe lewat friendster adalah lalaki yang merasa minder..
    jadi bagi para lalaki ayo kita belajar untuk berani… hidup LALAKI..(naon sich/???)

    sami

    September 11, 2008 at 3:37 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: