And now , Bring me that horizon …

Lets start the new adventure !

PERDARAHAN dan PEMBALUTAN

leave a comment »

PERDARAHAN

Pengertian Perdarahan

Sistem peredaran darah yang terdiri dari 3 komponen utama yaitu jantung, pembuluh darah dan darah. Dalam tubuh manusia darah relatif selalu berada dalam pembuluh darah kecuali pada saat masuk dalam jaringan untuk melakukan pertukaran bahan makanan dan oksigen dengan zat sisa pembakaran tubuh dan karbondioksida.

Jantung

Bagian sebelah kiri menerima darah yang kaya dengan oksigen setelah diproses dari paru – paru untuk selanjutnya diedarkan ke seluruh tubuh.

Bagian sebelah kanan menerima darah dari tubuh dan meneruskan ke paru – paru untuk kembali diperkaya dengan oksigen.

Arteri/Pembuluh Nadi

Adalah pembuluh darah yang mengangkut darah yang kaya dengan oksigen ke seluruh tubuh. Darah yang keluar berwarna merah segar dan memancar

Vena/Pembuluh Balik

Adalah pembuluh darah yang mengangkut darah dari seluruh tubuh kembali ke jantung. Darah yang keluar mengalir dan berwarna merah gelap

Kapiler/Pembuluh Rambut

Arteri akan terbagi – bagi menjadi pembuluh yang lebih kecil sehingga dapat mencapai hingga lebih dekat dengan kulit. Darah yang keluar sangat sedikit dan kadang hanya berupa titik-titik perdarahan

Denyut

Dapat dirasakan dengan mudah pada daerah dimana Arteri/Pembuluh Nadi berada dekat dengan kulit.

Lokasi pengecekan denyut yang paling mudah:

1. Radial – Berada di pergelangan tangan

2. Carotid – Berada di leher

3. Femoral – Berada di lipatan paha

Setiap kali jantung berdetak, anda dapat merasakan denyutnya pada sistem arteri.

Jenis Perdarahan

Perdarahan dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:

Perdarahan luar (terbuka), bila kulit juga cedera sehingga darah bisa keluar dari tubuh dan terlihat ada di luar tubuh.

Perdarahan dalam (tertutup), jika kulit tidak rusak sehingga darah tidak bisa mengalir langsung keluar tubuh.

Bahaya lain pada perdarahan adalah kemungkinan terjadinya penularan penyakit. Banyak kuman penyakit bertahan hidup di dalam darah manusia, sehingga bila darah korban ini bisa masuk kedalam tubuh penolong maka ada kemungkinan penolong dapat tertular penyakit.

Perawatan Perdarahan

  • Perlindungan terhadap infeksi pada penanganan perdarahan :

a. Pakai APD agar tidak terkena darah atau cairan tubuh korban.

b. Jangan menyentuh mulut, hidung, mata, makanan sewaktu memberi perawatan

c. Cucilah tangan segera setelah selesai merawat

d. Dekontaminasi atau buang bahan yang sudah ternoda dengan darah atau cairan tubuh korban.

  • Pada perdarahan besar:

a. Yang pertama harus anda lakukan adalah menenangkan penderita agar tidak terlalu banyak bergerak.

b. Baringkan penderita. Usahakan bagian tubuh yang terluka dalam posisi yang lebih tinggi dari tubuhnya. Dengan demikian aliran darah ke tubuh yang terluka akan mengalir lebih lambat.

c. Jangan buang waktu mencari penutup luka

d. Tekan langsung dengan tangan (sebaiknya menggunakan sarung tangan) atau dengan bahan lain.

e. Bila pada luka terdapat potongan kaca atau benda lain.

i. Tekan bagian bawah dan atas luka.

ii. Jangan tekan langsung pada lukanya.

f. Pertahankan dan tekan cukup kuat.

g. Bila perdarahan berhenti jangan bersihkan darah-darah yang mengering pada permukaan luka. Darah yang mengering merupakan reaksi alami tubuh untuk mencegah perdarahan lebih lanjut.

h. Pasang pembalutan penekan

i. Setelah itu segera panggil dokter atau bawa ke rumah sakit.

  • Pada perdarahan ringan atau terkendali :

a. Gunakan tekanan langsung dengan penutup luka

b. Tekan sampai perdarahan terkendali

c. Pertahankan penutup luka dan balut

d. Sebaiknya jangan melepas penutup luka atau balutan pertama

  • Perdarahan dalam atau curiga ada perdarahan dalam

a. Baringkan dan istirahatkan penderita

b. Buka jalan napas dan pertahankan

c. Periksa berkala pernapasan dan denyut nadi

d. Jangan beri makan dan minum

e. Rawatlah cedera berat lainnya bila ada

f. Segera rujuk ke fasilitas kesehatan

Laporkan kemungkinan adanya perdarahan dalam kepada tenaga terlatih segera setelah mereka tiba di lokasi.

Bila terjadi perdarahan di hidung atau mimisan.

  • Dudukkan penderita. Bisa juga dalam posisi berdiri (jangan dibaringkan).
  • Tundukkan kepala penderita sedikit ke depan taruh kompres dingin di leher bagian belakang.
  • Usahakan untuk sering mengganti kompres sehingga bagian belakang leher tetap dingin.
  • Kompres panas justru akan memperbanyak perdarahan.
  • Biasanya perdarahan akan berhenti setelah 4-5 menit.

Penutup dan Pembalut Luka

Penutup luka

· Membantu mengendalikan perdarahan

· Mencegah kontaminasi lebih lanjut

· Mempercepat penyembuhan

· Mengurangi nyeri

Pembalut

Pembalut adalah bahan yang digunakan untuk mempertahankan penutup luka. Bahan pembalut dibuat dari bermacam materi kain.

Fungsi pembalut

· Penekanan untuk membantu menghentikan perdarahan.

· Mempertahankan penutup luka pada tempatnya.

· Menjadi penopang untuk bagian tubuh yang cedera.

Pemasangan yang baik akan membantu proses penyembuhan.

Beberapa jenis pembalut

Ø Pembalut pita/gulung.

Ø Pembalut segitiga (mitela).

Ø Pembalut penekan.

Penutupan luka

Ø Penutup luka harus meliputi seluruh permukaan luka.

Ø Upayakan permukaan luka sebersih mungkin sebelum menutup luka, kecuali bila luka disertai perdarahan, maka prioritasnya adalah menghentikan perdarahan tersebut.

Ø Pemasangan penutup luka harus dilakukan sedemikian rupa sehingga permukaan penutup yang menempel pada bagian luka tidak terkontaminasi

Pembalutan

Ø Jangan memasang pembalut sampai perdarahan terhenti, kecuali pembalutan penekanan untuk menghentikan perdarahan.

Ø Jangan membalut terlalu kencang atau terlalu longgar.

Ø Jangan biarkan ujung bahan terurai, karena dapat tersangkut pada saat memindahkan korban

Ø Bila membalut luka yang kecil sebaiknya daerah yang dibalut lebih lebar untuk menambah luasnya permukaan yang mengalami tekanan diperluas sehingga mencegah terjadinya kerusakan jaringan.

Ø Jangan menutupi ujung jari, bagian ini dapat menjadi petunjuk apabila pembalutan kita terlalu kuat yaitu dengan mengamati ujung jari. Bila pucat artinya pembalutan terlalu kuat dan harus diperbaiki.

Ø Lakukan pembalutan dalam posisi yang diinginkan, misalnya untuk pembalutan sendi jangan berusaha menekuk sendi bila dibalut dalam keadaan lurus.

Penggunaan penutup luka penekan

Kombinasi penutup luka dan pembalut dapat juga dipakai untuk membantu melakukan tekanan langsung pada kasus perdarahan. Langkah-langkahnya :

  1. Tempatkan beberapa penutup luka kasa steril langsung atas luka dan tekan.
  2. Beri bantalan penutup luka.
  3. Gunakan pembalut rekat, menahan penutup luka.
  4. Balut.
  5. Periksa denyut nadi ujung bawah daerah luka (distal).

Khusus untuk luka memar dapat dilakukan pertolongan sebagai berikut :
  • Berikan kompres dingin (misalnya kantung es)
  • Balut tekan
  • Istirahatkan anggota gerak tersebut
  • Tinggikan anggota gerak tersebut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: