And now , Bring me that horizon …

Lets start the new adventure !

KOK, OBATNYA YANG ITU-ITU JUGA, DOK ?

with one comment

KOK, OBATNYA YANG ITU-ITU JUGA, DOK ?

Sebut saja Ibu Cantika yang bekerja pada sebuah perusahaan swasta hampir 5 tahun. Hampir tak pernah mau berobat pada dokter perusahaannya karena jera dan setengah tidak yakin. Jera karena lama sembuh dan kurang yakin karena Ibu ini berkesan obat yang diberikan itu-itu saja.

Keluhan yang sama muncul dari Nyonya Jelita, pegawai negri di sebuah departemen. Kalau tidak terpaksa, tak mau ia berobat ke poloklinik di kantornya. Selain obatnya sedikit, untuk semua pasein obatnya sama saja, katanya. Ia menganggap obatnya sama untuk semua penyakit.

Yang pilek obatnya yang kuning kecil. Yang gatal, itu juga. Yang eksim sama, huh, pokoknya kami enggan deh berobat ke sana..”

Tidak sedikit yang berobat di Puskesmas atau Balai Pengobatan mempunyai kesan seperti ini, termasuk yang mendapatkan pelayanan Askes bagi pegawai negri atau sejenisnya.

Benarkah Obatnya Sama ?

Obat dikelompokan dalam beberapa golongan. Secara umum terbagi-bagi dalam dua golongan. Obat untuk meredakan keluhan dan gejala atau simptomatik dan obat untuk membasmi penyebabnya.

drug-cocktail

Yang utama adalah obat yang membasmi penyebabnya. Obat untuk meredakan keluhan dan gejala hanyalah penyerta, yang tampaknya penyakit akan sembuh juga. Pemberian obat golongan ini hanya meringankan penderitaan pasein, dan cenderung tidak diberikan, jika tanpa obat itu keluhan dan gejala dapat diatasi sendiri.

Obat golongan simptomatik tidak lebih penting daripada golongan pembasmi penyebab penyakitnya. Tanpa obat jenis ini selain lebih ekonomis, tubuh juga tidak terlalu banyak menerima obat.

Misalnya saja batuk-batuk, merupakan suatu gejala. Penyebabnya harus dicari. Bisa infeksi saluran pernafasan, bisa juga kareana alergi, jika bukan karena ada asma. Jika hanya diberikan obat batuk sebagai obat simptomatik, mungkin batuknya akan reda selama minum obat, dan bangkit lagi setelah obatnya habis. Karena penyebab batuknya tidak dibasmi. Maka jangan heran kalau ada orang yang habis 2 botol obat batuk tapi batuknya ngga sembuh-sembuh.

Penggunaan obat golongan antibiotika untuk membasmi infeksi. Tanpa obat batuk, cukup antibiotika saja sesungguhnya batuknya dapat sembuh juga. Tapi selalu aja ada kasus pasein yang meminum obat antibiotik, namun tak sembuh juga. Hal ini bisa karena penyebab batuknya virus, atau alergi, atau kuman yang sudah kebal terhadap antibiotika yang pasein tersebut minum. Untuk lebih mengetahuinya biasanya dilakukan pembiakan dahak sekaligus tes resistensi untuk menguji jenis antibiotika yang masih mempan untuk memusnahkannya.

minum_obat

Obat simptomatik juga terbagi dalam beberapa golongan. Ada yang untuk meredakan nyeri dan demam ( analgetik-antipiretika ), ada juga yang untuk meredakan mulas, anti batuk, anti kejang, penurun tekanan darah serta berbagai pereda keluhan dan gejala lainnya.

Masuk akal jika yang sedang nyeri kepala dan yang sedang nyeri gigi atau nyeri haid mendapat obat yang sejenis, jika bukan obat yang sama. Walaupun kita tahu bahwa satu jenis obat dibuat oleh sekian banyak perusahaan farmasi. Untuk obat nyeri dan demam saja ada puluhan pilihan.

Obat pereda gatal termasuk golongan antihistaminika. Jenis obat ini bermacam-macam. Pemakainnya tidak berbeda. Untuk yang gatal-gatal, yang eksim, yang batuk-pilek juga, yang asma juga.

Karena di perusahaan dokternya hanya satu, dan persediaan obatnya juga tidak beragam seperti di apotik, sehingga pilihan obatnya memang hanya ada satu untuk setiap golongannya. Misalnya untuk anti demam dokter perusahaan hanya menyediakan obat panadol atau golongan obat yang mengandung parasetamol. Dengan demikian mereka yang nyeri kepala, flu, kurang enak badan, bisa jadi diberikan obat yang sama. Demikian pula jika pilihan antihistaminikanya hanya satu, pasein yang alergi dengan pasein yang pilek atau yang eksim, ya obatnya sama. Ini bukan berarti obat yang sama untuk segala penyakit. Tetapi karena banyak penyakit disertai gejala dan keluhan yang sama.

obat

Demikian pula persediaan obat di Puskesmas dan Balai Pengobatan. Variasi jenis obatnya terbatas, sehingga kemungkinan pasein menerima obat yang sama sangat besar, sekalipun penyakitnya berbeda.

Obat antibiotika memang banyak jenisnya. Tetapi yang disediakan dokter perusahaan, dokter poliklinik, atau dokter puskesmas, hanya beberapa jenis saja. Dan semua penyakit yang disebabkan oleh infeksi pasti memerlukan obat antibiotika. Jika pasein yang datang semuanya penyakit infeksi, maka obat antibiotikanya nyaris sama, walaupun infeksinya ada yang di perut atau gigi atau di saluran kemih, atau di saluran pernafasan.

Untuk menambah keyakinan pasein akan obat yang diberikan, dokter biasanya akan menambahkan variasi jenis obatnya. Untuk sejenis obat dipilih dari beberapa merk, sehingga bentuk dan warna obat yang fungsinya sama, berbeda-beda ragamnya. Karena perlu kita ketahui, keyakinan dalam berobat amat menetukan sembuh-tidaknya seorang pasein. Dan keyakinan obat tersebut dipengaruhi oleh kesan pasein terhadap obat yang diberikan. Obat yang dianggap pasein terlalu murah, sekalipun berkhasiat pada orang lain takkan menyembuhkannya. Demikian pula jika penampilan obat sendiri kurang meyakinkan serta diberikan oleh dokter yang sama kurang meyakinkannya. Karena semua itu merupakan bagian dari seni menyembuhkannnya. Oleh karena itu sekarang kita tahu, dunia dokter itu adalah ilmu dan seni.

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. sugesti pasien memang mrpkn salah satu pendukung kesembuhan. harusnya kita belajar dari pengalaman itu.
    buatlah variasi merk/kemasan dari masing2 jenis obat yg diberikan ke pasien yg berbeda. ga perlu yg mahal”. yg penting efeknya sesuai dgn yg diinginkan..

    Hasan

    November 22, 2008 at 11:27 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: